RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Sragen berupaya membuka keran investasi dengan akses mudah untuk investor. Saat ini, sejumlah perusahaan besar bersiap membuka usahanya di Sragen dengan total nilai investasi mencapai Rp 3,2 triliun.
Data dari Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sragen, tercatat sudah enam investor besar yang membuka usaha di empat kecamatan. Perusahaan tersebut bergerak di bidang garmen, ban, hingga sepatu.
Pertama PT Djarum Kudus yang membangun pabrik di Tlogotirto, Kecamatan Sumberlawang dengan nilai investasi sekira Rp 20 miliar.
Selanjutnya TKG Taekwang di Desa Bonagung, Kecamatan Tanon. Saat ini sudah proses pembebasan lahan dengan progres 25 hektare dari 35 hektare lahan. Proyeksi investasi pabrik ini mencapai Rp 2 triliun.
Kemudian PT Mitra Rubber Industries merupakan pabrik ban yang dibangun di Kecamatan Sambungmacan. Progres saat ini mulai konstruksi pabrik. Nilai investasi mencapai Rp 200 miliar.
Masih di Kecamatan Sambungmacan, ada PT Donglong Textile Indonesia yakni pabrik garmen yang dibangun di Desa Plumbon. Progresnya sudah selesai pembebasan lahan 10 hektare. Nilai investasi sekira Rp 300 miliar.
Serta PT Green Best dibangun di Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan. Saat ini progres pembebasan lahan 15 hektare lahan dari kebutuhan 25 hektare. Nilai investasi sekitar Rp 500 miliar.
Sementara di Kecamatan Karangmalang ada PT Eksonindo yang merupakan pabrik garmen dari merek Eiger yang dibangun di Desa Guworejo. Saat ini dalam proses pembebasan tujuh hektare lahan. Nilai investasi mencapai Rp 200 miliar.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati berharap investasi yang masuk bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga sehingga perekonomian bisa meningkat.
”Semoga membawa keberkahan buat kita semua, perekonomian di Sragen semakin meningkat. Kami siap bersinergi bersama untuk membangun Kabupaten Sragen. Bagi warga Sragen yang belum bekerja mendapat kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan,” ujar Yuni. (din/adi)
Editor : Adi Pras