Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Puncak Hari Santri Nasional 2024 di Sragen, Santri Diajak Berjihad Menjawab Tantangan Zaman

Ahmad Khairudin • Rabu, 23 Oktober 2024 | 04:18 WIB
Apel akbar peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Desa Pantirejo, Sukodono, Sragen pada Selasa (22/10/2024). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Apel akbar peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Desa Pantirejo, Sukodono, Sragen pada Selasa (22/10/2024). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen menggelar apel akbar dalam rangka puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2024 di lapangan Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Sragen pada Selasa (22/10/2024).

Sejumlah acara digelar baik di tingkat PCNU maupun MWC NU atau masing-masing kecamatan di Kabupaten Sragen.

Ketua Panitia Peringatan HSN 2024 Sragen Suranto menjelaskan, apel akbar ini sengaja digelar di Sukodono untuk pemerataan acara hari santri tingkat PCNU. Sebelumnya juga dilaksanakan sejumlah kegiatan.

”Sejumlah lomba digelar untuk santri dan di pondok pesantren, termasuk yang digelar lembaga dan badan otonom pada 12-20 Oktober,” terangnya.

Sebelumnya digelar tirakatan HSN pada Senin (21/10) malam. Namun untuk peringatan hari santri tahun ini tidak menggelar pengajian akbar. Panitia mempertimbangkan situasi Pilkada di Sragen.

Turut dibagikan bantuan bagi pelaku UMKM, terutama para janda agar mengembangkan usahanya. Bantuan tersebut bersumber dari LazisNU. Nilai per orang sejumlah Rp 500 ribu.

Ketua Tanfidziah PCNU Sragen Sriyanto mengingatkan agar para santri dapat menjadi pribadi yang kuat dan dapat dipercaya. Dia menegaskan, santri adalah individu yang hebat dan kuat.

Salah satu contoh adalah resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy'ari, yang berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Tak ayal temanya tahun ini ”Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan” untuk mendorong para santri melanjutkan perjuangan.

Tantangan saat ini beragam, mulai pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Tapi santri harus hadir di tengah-tengah masyarakat.

”Pada era saat ini, santri menghadapi berbagai macam halangan dan tantangan sesuai perkembangan zaman, namun diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan dan segala macam aspek kehidupan,” ujarnya.

Pihaknya juga berterima kasih pada pemerintah Kabupaten Sragen yang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren dan Madrasah tahun ini. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sukodono #pilkada #nu #LazisNU #nahdlatul ulama #sragen #Hari Santri Nasional #KH Hasyim Asy'ari #pcnu