Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bendung Winong di Gondang Sragen Jebol, Ratusan Hektare Sawah Terancam Kesulitan Air Irigasi

Ahmad Khairudin • Minggu, 24 November 2024 | 22:13 WIB
Kondisi Bendung Winong di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen yang jebol. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kondisi Bendung Winong di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen yang jebol. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bendung Winong di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen yang menjadi sumber utama irigasi ratusan hektare sawah jebol pada Jumat (22/11/2024).

Musibah ini mengancam kelangsungan hidup para petani yang sedang memasuki musim tanam.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Kecamatan Gondang Budi Sartono mengungkapkan, kerusakan bendung ini telah diprediksi sejak beberapa tahun lalu.

Longsor pada badan sungai dan tidak adanya tindakan perbaikan, seperti pembangunan groundsill menjadi penyebab utama ambrolnya bendung.

"Kami sudah berulang kali mengusulkan pembangunan groundsill untuk memperkuat bendung. Sayangnya, usulan kami tak kunjung ditindaklanjuti," ujar Budi, Minggu (24/11/2024).

Akibat jebolnya bendung, sekitar 700 hektare sawah di tiga desa kini terancam kekeringan.

Padahal, para petani sedang membutuhkan air untuk mengolah lahan dan memulai masa tanam.

"Ini adalah pukulan telak bagi kami. Musim tanam baru saja dimulai, dan kami sudah kehilangan akses air irigasi. Kami sangat berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki bendung ini," tambah Budi.

Untuk sementara, para petani berinisiatif membeli bronjong guna memperbaiki kerusakan bendung secara swadaya.

Namun, solusi ini dinilai tidak efektif dalam jangka panjang karena tidak dapat menahan derasnya aliran air saat musim hujan.

Budi menambahkan, seain mengancam produksi pertanian, jebolnya Bendung Winong juga meningkatkan risiko banjir di wilayah sekitar.

Saat bendung ambrol, terjadi banjir kecil. Dia khawatir jika curah hujan terus meningkat, maka banjir yang lebih besar akan mengancam pemukiman warga.

"Kami mendesak pemerintah untuk segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki bendung ini. Jangan sampai petani terus menjadi korban dari kelalaian dalam pengelolaan infrastruktur," tegas Budi. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#bencana #bendung #gondang #sawah #sragen #pertanian #petani #jebol #Masa Tanam