Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kawal Program Swasembada Pangan, Kades Pengkok Kedawung Dorong Milenial di Sragen Garap Sawah

Ahmad Khairudin • Minggu, 1 Desember 2024 | 23:38 WIB
Potensi pertanian di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Potensi pertanian di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen siap dukung ketahanan pangan yang sinergi dengan program makan siang gratis.

Kepala Desa Pengkok Sugimin Cokro menyatakan kesiapannya untuk memberdayakan masyarakat desa dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.

Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Insyaallah, kami siap memberdayakan masyarakat minimal di Desa Pengkok, bahkan seluruh Kabupaten Sragen. Kami ingin anak-anak muda tertarik menjadi petani milenial, mengurangi angka pengangguran, dan mengentaskan kemiskinan,” tegas Cokro, Minggu (1/12/2024).

Cokro juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi desa dengan alat-alat pertanian modern.

”Dengan adanya alat-alat modern, biaya produksi bisa ditekan. Mulai dari pengolahan lahan hingga pasca panen. Ini akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani,” imbuhnya.

Dia menambahkan, lahan pertanian Desa Pengkok sekitar 375 hektare. Rata-rata petani sekitar bisa panen 2 kali jika mengandalkan musim. Namun pemilik lahan yang memiliki sumur dalam bisa tiga kali panen setahun.

Sebagai sokongan program swasembada pangan, Desa Pengkok tidak bergantung pada tanaman padi. Namun juga hortikultura. Tidak dipungkiri, petani banyak yang fokus pada padi lantaran sistem tanamnya relatif lebih simpel.

”Petani kalau tanam cabe, bawang merah modal awalnya lebih mahal. Petani pada umumnya cari gampangnya. Kalau dengan padi selama tidak ada hama tentu lebih mudah,” jelasnya.

”Kalau saya pribadi sebagai kades sekaligus petani, tidak mengharapkan bantuan. Namun saya juga terjun ke sawah, diniati menjadi contoh teman-teman. Tapi Masyarakat di Pengkok tentu ada harapan untuk memaksimalkan lahan yang kurang produktif,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#hortikultura #sragen #swasembada pangan #ketahanan pangan #presiden prabowo subianto #petani #Kedawung #makan siang gratis