Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Botok Mercon, Kuliner Pedas Sragen yang Tak Bisa Kamu Temukan di Kota Lain

Ahmad Khairudin • Selasa, 1 April 2025 | 01:50 WIB
Aneka kuliner khas Sragen yang sayang bila dilewatkan saat Lebaran.
Aneka kuliner khas Sragen yang sayang bila dilewatkan saat Lebaran.

RADARSOLO.COM-Salah satu kuliner khas Kabupaten Sragen yang banyak diburu pecinta pedas adalah Botok Mercon.

Sajian ini unik dan jarang ditemukan di daerah lain, menjadikannya primadona kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Sragen.

Botok Mercon bisa ditemui di sejumlah tempat. Namun yang paling legendaris berada di warung dekat Jembatan Gawan, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo.

Di sana, sejak tahun 1980-an, kuliner pedas ini terus menjadi favorit warga lokal maupun pelancong dari luar kota.

Berbeda dengan botok pada umumnya yang berisi parutan kelapa, teri, tempe, atau udang kali yang dibungkus daun pisang, botok mercon hadir dengan isian ikan patin atau ayam yang dimasak bersama cabai dalam jumlah melimpah.

Potongan daging yang digunakan tidak hanya empuk. Tetapi juga dipenuhi dengan rasa pedas yang meresap hingga ke dalam serat daging.

Hidangan ini paling nikmat disantap dengan nasi hangat dan ditemani teh gula batu sebagai penetral rasa.

Sensasi pedas yang ditawarkan benar-benar membuat ketagihan.

Salah satu tempat terkenal untuk menikmati botok mercon adalah Warung Botok Mercon Mbah Wiro.

Kini usaha tersebut diteruskan oleh Isanti, menantu Mbah Wiro.

Warung setempat menyediakan dua jenis botok mercon, yaitu botok patin dan botok ayam.

“Penikmat botok mercon biasanya memang pecinta masakan pedas. Sejauh ini belum ada yang minta tidak pedas,” ungkap Isanti sambil tertawa.

Baca Juga: Banyak yang Ketagihan Asem-asem Iga Sapi di Pulisen Boyolali, Apa Rahasianya?

Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan lebih dari 7–8 kilogram ayam atau ikan patin.

Namun, menurutnya, botok patin tetap menjadi favorit pelanggan.

Untuk menciptakan sensasi pedas yang nendang, Isanti menggunakan cabai segar dalam jumlah banyak.

Sebagai perbandingan, untuk memasak 5 kilogram ayam atau patin, bisa digunakan hingga 2 kilogram cabai.

Selain itu, racikan bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam, dan bumbu tradisional lainnya. (din/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pedas #sragen #botok mercon #kuliner khas