RADARSOLO.COM – Wisatawan selama ini mengenal Museum Sangiran yang berada di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, sebagai destinasi utama jika ingin menyelami jejak manusia purba.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa Situs Sangiran memiliki lima klaster museum yang masing-masing menyimpan kekayaan tema dan karakteristik unik.
Setiap klaster menyuguhkan sisi berbeda dari perjalanan panjang evolusi manusia dan kehidupan purba di wilayah Sangiran.
Tidak sekadar menampilkan fosil, tapi juga menyuguhkan edukasi mendalam tentang arkeologi, budaya, hingga hubungan manusia dengan alam.
Inilah 5 Klaster Museum Sangiran dan Keunikannya:
1. Klaster Krikilan (Museum Sangiran) – Pusat Informasi dan Gambaran Umum
Sebagai visitor center, Klaster Krikilan menampilkan tiga ruang pamer utama:
Kekayaan Sangiran: Mengenalkan kekayaan geologis dan biologis kawasan Sangiran.
Langkah-Langkah Kemanusiaan: Menjelaskan awal terbentuknya alam semesta hingga proses evolusi manusia.
Masa Keemasan Homo Erectus: Menyuguhkan berbagai temuan penting manusia purba.
Museum ini menyimpan lebih dari 22.000 koleksi fosil yang membuatnya menjadi pusat informasi paling lengkap tentang Sangiran.
2. Klaster Ngebung – Jejak Awal Penelitian Sangiran
Menampilkan kisah tokoh-tokoh peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berkontribusi pada perkembangan kajian arkeologi Sangiran.
Klaster ini menjadi ruang penghargaan atas kerja keras ilmuwan yang mengungkap jejak manusia purba.
3. Klaster Bukuran – Evolusi Manusia Purba
Fokus pada proses evolusi Homo Erectus, dari tipe Arkaik, Tipik, hingga Progresif. Dilengkapi dengan visible storage yang menyimpan fosil-fosil fauna purba, museum ini cocok untuk pengunjung yang ingin memahami perubahan biologis dan lingkungan.
4. Klaster Manyarejo – Ekskavasi Asli dan Hubungan Sosial
Satu-satunya klaster yang menampilkan kotak ekskavasi dengan fosil asli di dalamnya. Di sini juga dijelaskan bagaimana hubungan antara peneliti dan masyarakat lokal, serta mitos-mitos unik yang berkembang tentang fosil.
5. Klaster Dayu (Karanganyar) – Stratigrafi dan Alat Batu Tertua
Klaster yang terletak di Kabupaten Karanganyar ini memperlihatkan lapisan-lapisan tanah (stratigrafi) yang mencerminkan perubahan lingkungan dari masa ke masa. Di sinilah juga ditemukan alat batu tertua di Sangiran.
Penanggung jawab Unit Situs Manusia Purba Sangiran, Marlia Yulianti, menjelaskan bahwa kelima klaster ini saling melengkapi dan memberikan gambaran utuh tentang kehidupan purba di Sangiran.
"Setiap klaster punya cerita dan kekhasannya sendiri. Jika dikunjungi semuanya, pengunjung akan mendapat pengalaman belajar yang lebih kaya dan menyeluruh," ujar Marlia. (din/adi/dam)
Editor : Damianus Bram