RADARSOLO.COM-Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru di Sragen memotong seragam sekolah siswa menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Kejadian tersebut memicu beragam reaksi pro dan kontra di kalangan netizen.
Belakangan diketahui, peristiwa tersebut terjadi di SMP PGRI 5 Sukodono, Sragen.
Pihak SMP PGRI 5 Sukodono, orang tua siswa, serta Disdikbud Sragen memberikan klarifikasi, Selasa (22/4/2025).
Lalu siapa sosok guru yang memotong seragam siswa?
Dia adalah Anggrek Anggrayani, gurumata pelajaran kesiswaan, seni budaya, dan PPKn.
Dalam klarifikasinya, Anggrek meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat tindakan tersebut.
Namun dia menegaskan bahwa tindakan memotong seragam sekolah atas permintaan orang tua siswa.
"Saya mengunggah video di TikTok pada 19 April 2025 sebagai contoh bagi siswa lain bahwa coretan seperti itu benar-benar akan saya potong," ujar Anggrek.
Anggrek menjelaskan, seragam yang dipotong bukan seragam SMP PGRI 5 Sukodono, melainkan seragam dari sekolah sebelumnya yang masih dipakai oleh siswa bersangkutan.
Ditambahkan Anggrek, siswa bersangkutan telah diingatkan berkali-kali agar tidak memakai seragam tersebut dan menggantinya dengan seragam yang telah dibelikan orang tuanya.
Namun hal tersebut tak digubris siswa bersangkutan. "Seragam dari SMP PGRI sudah dibelikan orang tua, tapi siswa ini tidak mau memakainya," ungkap Anggrek. (din/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono