Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bedah Rumah Sehari Rampung Jelang HUT Bhayangkara ke-79, Libatkan Perguruan Silat di Sragen

Ahmad Khairudin • Minggu, 15 Juni 2025 | 21:06 WIB
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi ikut membantu rebah rumah warga Jepang Hari Bhayangkara ke-79. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi ikut membantu rebah rumah warga Jepang Hari Bhayangkara ke-79. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi memimpin langsung kegiatan bedah rumah pada Sabtu (14/6/2025).

Rumah milik Jumair, warga Dukuh Karangudi RT 17, Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal rampung dalam sehari lewat upaya gotong royong.

Kapolres menekankan kegiatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kekuatan solidaritas antara Polri, perguruan silat, dan masyarakat.

Rumah milik Jumair yang sebelumnya tidak layak huni mulai dipugar dengan semangat dan kecepatan luar biasa, dikerjakan bersama-sama oleh ratusan tangan dalam satu hari.

Dalam aksi ini, Dukungan juga datang dari empat perguruan silat besar di Sragen, yaitu PSHT P 16, PSHT P 17, Pagar Nusa, dan IKSPI Kera Sakti.

Kehadiran mereka bukan sekadar simbolik, melainkan turun langsung bersama anggota Polri dan warga dalam proses pembangunan rumah secara gotong royong.

Kapolres menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan terlibat.

Dia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan aksi sosial dalam rangka HUT Bhayangkara.

"Hari ini kita semua hadir untuk mempercepat pembangunan rumah layak huni bagi saudara kita. Kita kerjakan bersama-sama, sesuai kemampuan dan peran masing-masing. Seperti Bandung Bondowoso, kita berusaha menyelesaikan dalam satu hari. Semoga ini menjadi amal baik dan mendapat ridho Allah SWT," tegas Petrus.

Kegiatan ini juga memiliki pesan tersirat yang kuat, yaitu menjaga kondusivitas wilayah jelang bulan Suro, masa yang seringkali diwarnai dinamika antar kelompok.

Dengan mempertemukan beragam unsur dalam satu semangat kemanusiaan, Polres Sragen menegaskan perannya sebagai pemersatu dan penjaga harmoni sosial.

"Rumah baru bagi Bapak Jumair bukan hanya berarti atap dan dinding baru. Ia adalah simbol harapan baru, bukti bahwa kepedulian masih hidup, dan bahwa Bhayangkara bukan hanya penjaga keamanan, tapi juga pelayan masyarakat sejati," lanjut Kapolres.

Setelah arahan kapolres, ratusan peserta langsung bergerak mengangkat bahan bangunan, memasang atap, mengecat dinding, hingga membersihkan lingkungan sekitar. Semua bergotong royong tanpa sekat, tanpa atribut kebesaran perguruan silat. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi #hari bhayangkara