RADARSOLO.COM – Tindakan vandalisme terhadap simbol negara dan fasilitas sekolah di Sragen menuai keprihatinan serius dari DPRD Sragen.
Pihak sekolah diminta menyisihkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan CCTV.
Langkah ini sebagai upaya pencegahan berbagai kemungkinan kejadian di lingkungan sekolah.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sragen, Budiono Rahmadi mengecam keras perbuatan vandalisme bendera merah putih di SDN 2 Gondang.
Dia menyebutnya sebagai tindakan melawan hukum dan pelecehan terhadap simbol negara.
Budiono menegaskan bahwa selain bendera, sekolah merupakan aset negara, dan tindakan mencoret-coret fasilitas milik pemerintah jelas melanggar hukum.
”Barang siapa yang corat-coret di fasilitas negara milik pemerintah itu tentunya sudah melanggar melawan hukum, jadi perbuatan melawan hukum,” ujar Budiono.
Pihaknya juga menambahkan, mencoret-coret simbol negara sama dengan pelecehan.
Untuk itu perlu ditekankan pentingnya semangat nasionalisme serta kecintaan terhadap negara beserta simbol dan aset-asetnya.
Budiono Rahmadi juga menyoroti urgensi pengadaan CCTV di lingkungan sekolah.
Dia menyarankan agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat dialokasikan untuk pengadaan CCTV.
”Bisa saja sekolah dianggarkan CCTV, kan punya BOS. Dana operasional sekolah itu juga bisa budgetnya untuk pengadaan CCTV, enggak masalah selagi itu untuk keamanan kita bersama,” jelasnya.
Menurutnya, keamanan menjadi prioritas ke depan dan penggunaan dana BOS untuk sarana dan prasarana seperti CCTV sangat diperbolehkan.
Dia memaparkan berbagai manfaat signifikan dari pemasangan CCTV di sekolah. Selain mencegah vandalisme, CCTV juga dapat menjadi alat pengawas yang efektif untuk mencegah tindakan asusila atau kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap murid, atau sebaliknya.
”Nggak ini saja, CCTV itu penting nanti kalau ada guru yang melakukan tindakan asusila, guru melakukan kekerasan. Atau murid yang berperilaku buruk, dengan adanya CCTV akan pikir-pikir,” ujarnya.
Dia percaya bahwa kehadiran CCTV akan membuat murid dan guru lebih berhati-hati dalam berperilaku.
”Akhir-akhir ini kan ada guru nempeleng murid, murid juga meledek guru, dengan adanya CCTV akan lebih hati-hati,” tambahnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras