RADARSOLO.COM - Penghapusan mural anime One Piece di Karangmalang, Sragen dengan pengawasan aparat mendapat kritikan.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sragen Galih Candra Bayu A menyayangkan tindakan berlebihan aparat.
Menurutnya, pembuatan mural One Piece hanyalah bentuk ekspresi kecintaan penggemar terhadap serial populer tersebut.
Sebagai seorang pengacara, Galih menegaskan, mengibarkan panji atau membuat mural One Piece pada dasarnya tidak menjadi masalah.
Hal itu hanya sebagai simbol dari semangat dan kecintaan para penggemar anime terhadap karakter dan cerita dalam serial One Piece.
“Banyak penggemar One Piece di seluruh dunia yang mengibarkan panji itu untuk menunjukkan semangat dan kecintaan mereka,” ujar Galih.
Galih menegaskan bahwa selama tidak ada unsur yang tidak pantas atau mengganggu.
Mengibarkan panji One Piece merupakan ekspresi kegembiraan yang positif.
Ia juga menyebut panjit tersebut sebagai simbol solidaritas dan persatuan di antara para penggemar.
“Hampir 80 persen pemuda, khususnya kalangan mahasiswa, pasti menonton serial itu. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan,” terangnya.
Galih menekankan bahwa panji maupun mural One Piece tidak memiliki makna atau tujuan politis yang membahayakan. (din/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono