Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sepekan Setelah Keracunan Massal, MBG di Gemolong Kembali Berjalan: Soal Hasil Uji Lab Makanan, Ini Penjelasan Dinkes Sragen

Ahmad Khairudin • Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:15 WIB
Ilustrasi siswa di Kabupaten Sragen menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Ilustrasi siswa di Kabupaten Sragen menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Setelah sempat dihentikan selama sepekan akibat insiden keracunan masal, program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen kembali berjalan pada Selasa (19/8/2025).

Namun, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan 365 pelajar dan guru hingga kini belum diketahui.

​Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen dr. Udayanti Proborini membenarkan, MBG di Gemolong sudah dimulai kembali.

Meski demikian, dia mengaku belum menerima hasil pemeriksaan sampel makanan dari laboratorium Provinsi Jawa Tengah.

”Dugaan sementara belum bisa kami sampaikan,” kata Udayanti saat dikonfirmasi wartawan Rabu (20/8/2025).

​Untuk diketahui, tak lama setelah kejadian keracunan pada Selasa (12/8/2025), Dinkes Kabupaten Sragen segera mengambil sampel dari makanan yang disajikan, termasuk nasi, lauk, susu, dan air pengolahan.

Sampel-sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium provinsi. Setelah sepekan menunggu, hasilnya masih belum keluar.

”Hasil pemeriksaan sampel makanan belum ada. Semua sampel makanan yang disajikan, termasuk air untuk pengolahan, susu, nasi, lauk, dan selada, sudah kami kirim,” beber Udayanti.

​Ketika ditanya berapa lama hasil laboratorium akan keluar, ia memperkirakan sekitar dua pekan. Hasil tersebut nantinya akan dikirim ke Dinkes Kabupaten sebagai bahan evaluasi.

”Kalau kemarin kami tanyakan itu sekitar 7-14 hari. Biasanya hasilnya disampaikan ke kami,” ucapnya.

​Pasca insiden tersebut, Dinkes Sragen meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh pengelola Sentra Pelayanan Program Gizi (SPPG) di kabupaten. Hal ini termasuk monitoring rutin yang dilakukan oleh puskesmas dan SPPG.

”Tidak hanya yang di Gemolong saja. Lewat puskesmas, kami akan terus melakukan pembinaan lebih lanjut,” ujar Udayanti.

​Menurutnya, pengelola SPPG seharusnya sudah melakukan pengawasan mandiri, seperti pemeriksaan air berkala. Dinkes akan memberikan pembinaan yang lebih mendetail.

Udayanti berharap, seluruh pengelola SPPG menjalankan prosedur operasional standar yang telah ditetapkan. Ia yakin, jika semua prosedur dijalankan dengan baik, program MBG akan aman.

”Kalau semua mengikuti petunjuk teknis, Insya Allah aman,” katanya.

​Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Prihantomo memastikan, MBG di Gemolong sudah kembali berjalan di seluruh sekolah yang menjadi cakupan SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1.

”Kami mendapatkan laporan dari para kepala sekolah MBG sudah berjalan lagi,” kata Prihantomo.

​Pasca kejadian, Prihantomo juga meminta kepada para kepala sekolah untuk lebih intensif memantau makanan yang disajikan kepada siswa.

Ia juga menekankan pentingnya melaporkan setiap kejadian, sekecil apapun itu.

”Kami minta hal-hal sekecil apapun dilaporkan,” tegasnya. (din/adi)

Plt Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, delegasi Indonesia di The 28th ASEAN DGICM
Plt Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, delegasi Indonesia di The 28th ASEAN DGICM
Editor : Adi Pras
#SPPG #Mbg #sragen #keracunan masal #Makan Bergizi Gratis #gemolong #dinkes sragen