RADARSOLO.COM – Di tengah keresahan warga akibat aksi perusakan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda, Komunitas Gabungan Bikers Sukowati (GBS) yang menaungi para pengemudi ojek online (ojol) di Sragen, angkat bicara. Pastikan bukan ojol yang melakukan pengerusakan.
Ketua GBS, Totok "Gondrong" Samanto, memastikan bahwa komunitas ojol manapun tidak ada hubungannya dengan kerusuhan tersebut.
Menurutnya, pelaku aksi anarkis diduga merupakan anak-anak usia sekolah SMP-SMA yang dikenal sering terlibat dalam balap liar.
"Dua malam ini, yang beraksi itu anak-anak kecil, mungkin seumuran SMP sampai SMA. Plat kendaraan mereka sebagian besar plat AD Sragen. Mereka membakar sampah di tengah jalan dan kabarnya sudah diamankan sekitar 70-an orang oleh polisi," ujar Totok, Minggu (31/8/2025).
Totok menambahkan, para pengemudi ojol lebih memilih untuk fokus mencari nafkah demi keluarga mereka.
Kondisi yang aman dan tertib adalah hal utama yang mereka inginkan agar bisa bekerja dengan nyaman.
"Tentu saja kami lebih suka jika kondisi di Sragen aman dan tertib. Kami kerja untuk keluarga, bukan untuk bikin onar," tegasnya.
Pernyataan dari komunitas ojol ini sejalan dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Kapolres menyebutkan bahwa para pelaku aksi anarkis adalah anak-anak yang sering melakukan balap liar, bukan dari kalangan komunitas ojek online.
Kapolres menegaskan komunikasi dan silaturahmi dengan para pengemudi ojol di Sragen berjalan dengan baik. (din/adi)
Editor : Adi Pras