Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Asik Memancing di Bengawan Solo, Dua Pemuda Sragen Dikagetkan dengan Mayat Mengambang: Ini Identitasnya

Ahmad Khairudin • Senin, 8 September 2025 | 16:30 WIB
Tim relawan gabungan evakuasi mayat di Sungai Bengawan Solo, Sidoarjo, Sragen, Minggu (7/9/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Tim relawan gabungan evakuasi mayat di Sungai Bengawan Solo, Sidoarjo, Sragen, Minggu (7/9/2025). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Warga Kecamatan Sidoharjo, Sragen digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan lansia yang mengambang di tepi aliran anak Sungai Bengawan Solo, Minggu (7/9/2025).

Korban yang diketahui bernama Minem, 85, warga Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Diduga meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus sungai akibat penyakit pikun yang dideritanya.

​Mayat Minem pertama kali ditemukan oleh dua orang saksi, Widodo dan Reza Saputra Hernando sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, keduanya hendak mencari ikan di sekitar lokasi kejadian di Dukuh Manisrejo, Desa Patihan.

Mereka terkejut melihat sesosok tubuh mengapung dalam posisi telungkup di pinggir sungai.

​Setelah didekati, mereka mengenali mayat tersebut sebagai Mbah Minem, tetangga desa yang sudah tiga hari menghilang dari rumahnya.

Mereka kemudian segera melapor kepada warga dan kepala desa setempat, yang diteruskan ke Polsek Sidoharjo.

Lantas tim evakuasi segera mengangkat jenazah dari sungai. Lokasinya adalah aliran sungai kecil yang dikelilingi oleh pepohonan rindang dan semak belukar.

Petugas evakuasi mengenakan seragam, sarung tangan, dan masker dalam menangani jenazah.

​Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyassari mengungkapkan, tim gabungan dari Polsek Sidoharjo, Unit Inafis Sat Reskrim Polres Sragen, tim medis Puskesmas Sidoharjo, serta PSC dan PMI Kabupaten Sragen segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.

​"Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis RSUD Sragen yang dipimpin dr. H. Arso Pranindyo Utomo, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban," terang kapolres.

Dia menjelaskan kondisi jenazah sudah membengkak dan mengeluarkan bau. Selain itu ditemukan bagian mulut yang menggigit lidah.

​Menurut keterangan keluarga, Minem tinggal bersama anaknya di Sragen selama tiga tahun terakhir. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit pikun, yang membuat ingatannya terkadang hilang.

"Korban meninggalkan rumah sejak hari Jumat, 5 September 2025, tanpa berpamitan dengan berjalan kaki," jelas AKBP Dewiana.

​Sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP antara lain baju daster motif kembang, topi, selendang, dan beberapa potong kain lainnya.

Saat ini, jenazah Minem telah dibawa ke RSUD Kabupaten Sragen untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#bengawan solo #mayat #sidoarjo #sragen