RADARSOLO.COM–Desa Kaliwedi di Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, mencatatkan sejarah emas dengan meraih serangkaian prestasi prestisius.
Termasuk dua penghargaan utama di ajang 3rd Annual Sragen Awards 2025.
Keberhasilan ini mengukuhkan Desa Kaliwedi sebagai role model nasional yang berhasil bertransformasi dari desa tertinggal menjadi Desa Mandiri (2024) berkat inovasi di sektor ketahanan pangan.
Desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Daryono ini memborong penghargaan berkat kegigihan mereka memanfaatkan potensi dan mengatasi keterbatasan.
Terbaru, Desa Kaliwedi meraih Dua Penghargaan Sragen Awards 2025 untuk kategori Lomba Inovasi Daerah dan Evaluasi Perkembangan Desa.
Prestasi lain yakni Juara I Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Regional (Jawa Tengah 2025). Juara Desa Ketahanan Pangan Tingkat Nasional 2025.
Mereka juga terpilih mewakili Jawa Tengah ke kancah nasional dalam Penghargaan Desa dan Kelurahan Award dan masuk nominasi bergengsi Innovative Government Award (IGA) Nasional 2025.
Perjalanan Desa Kaliwedi tak mudah. Pada tahun 2013, desa dengan 85 perse penduduk petani ini berada di status tertinggal.
Sawah tadah hujan hanya menghasilkan panen 7,5 ton per hektare setahun, membuat petani dan buruh tani harus merantau mencari nafkah.
Titik balik terjadi setelah tahun 2016, berkat sebuah inovasi sederhana namun berdampak masif, yakni sumur dalam.
"Soal pengembangan sumur untuk mendukung swasembada pangan, kebanyakan masyarakat swadaya. Kami (pemerintah desa) hanya memberikan arahan," ungkap Kepala Desa.
Inisiatif swadaya masyarakat yang tinggi ini menghasilkan pembangunan total 108 titik sumur dalam.
Dampaknya luar biasa, siklus panen berubah. Produksi padi meningkat drastis dari satu kali menjadi tiga kali setahun.
Alhasil panen melonjak. Rata-rata hasil panen naik hingga 22,5 ton per hektare setahun.
Dampak sosialnya, pekerja pertanian kembali ke desa. Bahkan, Kaliwedi justru kekurangan tenaga kerja dan harus dipenuhi dari desa-desa tetangga.
Kesuksesan ini ditopang oleh pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri yang mengoptimalkan potensi desa.
Melalui Agro-Bisnis seperti mengelola green house melon, peternakan domba, dan kebun kelengkeng (lebih dari 1.200 pohon).
Kemudian inovasi peternakan dengan menerapkan sistem Longyam (kandang ayam petelur di atas kolam lele), sebuah solusi cerdas yang mengintegrasikan dua komoditas.
Tidak ketinggalan wisata dan layanan dengan mengelola waterboom desa, layanan internet, dan PAM desa.
Inovasi yang memanfaatkan keterbatasan dan potensi lokal ini bahkan telah menarik perhatian Menteri Desa, PDTT, yang secara langsung menyebut Kaliwedi layak menjadi percontohan nasional.
Desa Kaliwedi kini menjadi tujuan studi banding bagi desa-desa lain dari seluruh Indonesia. Motto Desa Kaliwedi: "Kaliwedi bangkit, pangan pun tak sulit!" (din)
Editor : Tri wahyu Cahyono