Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dapur MBG di Sragen Viral Berdampingan dengan Kandang Babi, Sang Pemilik Akhirnya Buka Suara

Nur Pramudito • Senin, 5 Januari 2026 | 14:06 WIB

 

Ilustrasi Dapur MBG
Ilustrasi Dapur MBG

RADARSOLO.COM - Keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mendadak menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.

Dikutip dari Video Facebook Berita Sragen, dapur MBG tersebut berada di Dukuh Kedung Banteng, RT 41, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.

Dalam sejumlah foto dan video viral, terlihat jarak dapur MBG dengan kandang babi terbilang dekat.

Video tersebut salah satunya diunggah akun Facebook Berita Sragen, yang menyebut kandang babi itu milik Angga Wiyana Mahardika, warga setempat.

Sementara dapur MBG dikelola oleh seorang pengusaha pupuk asal Kecamatan Ngrampal, yang ditunjuk sebagai mitra penyedia dapur MBG.

Baca Juga: Libur Sekolah, MBG di Sragen Jalan Terus: Begini Skema Penyalurannya

Pemilik Kandang Babi Angkat Bicara

Angga akhirnya buka suara menanggapi polemik yang berkembang.

Ia menegaskan, kandang babi tersebut telah berdiri jauh sebelum rencana pendirian dapur MBG, bahkan sudah ada sejak ia belum lahir.

"Usaha ini sudah turun-temurun dari bapak saya. Kalau dihitung, sudah lebih dari 40–50 tahun kandang ini ada di sini. Selama itu juga tidak pernah dipermasalahkan warga," ujarnya.

Ia mengaku terkejut ketika tiba-tiba muncul rencana penutupan kandang tanpa adanya komunikasi langsung dengan dirinya sebagai pemilik usaha.

"Tidak pernah ada konfirmasi resmi ke saya. Tidak ada surat, tidak ada diskusi. Tahu-tahu katanya kandang harus ditutup," katanya.

Menurut Angga, mayoritas warga sekitar justru tidak mempermasalahkan keberadaan kandang babi.

Ia bahkan mengklaim telah mengantongi pernyataan dukungan tertulis dari warga, yang jumlahnya mencapai lebih dari 70 persen.

"Kalau memang mau ditutup, saya tidak keberatan. Tapi harus ada komunikasi, solusi, kompensasi, dan relokasi. Jangan semena-mena," tegasnya.

MBG Belum Beroperasi

Angga juga menyebut dapur MBG tersebut belum beroperasi hingga saat ini, lantaran persoalan kandang babi yang belum menemukan titik temu.

Ia mendengar kabar dapur MBG sempat direncanakan mulai beroperasi pada 7 Januari, namun belum terealisasi.

Di sisi lain, viralnya lokasi dapur MBG ini memicu beragam reaksi warganet.

Sebagian mempertanyakan aspek kebersihan, sanitasi, serta standar kelayakan lokasi, mengingat program MBG menyasar pelajar dan kelompok masyarakat yang membutuhkan asupan gizi sehat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola dapur MBG maupun instansi terkait terkait alasan pemilihan lokasi, standar jarak dengan peternakan, serta langkah evaluasi yang akan diambil ke depan.(np)

Editor : Nur Pramudito
#kandang babi #media sosial #SPPG #sragen #Makan Bergizi Gratis #dapur MBG #biraliperampok #BGN