Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Resmikan Proyek Jalan, Bupati Sragen Gagas Pembuatan Dermaga Wisata Makam Butuh

Ahmad Khairudin • Senin, 12 Januari 2026 | 17:52 WIB
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyapa masyarakat sasat peresmian jalan di Kawasan Makam Butuh, Kecamatan Plupuh, Senin (12/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyapa masyarakat sasat peresmian jalan di Kawasan Makam Butuh, Kecamatan Plupuh, Senin (12/1/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Bupati Sragen Sigit Pamungkas meresmikan enam ruas jalan kabupaten yang telah rampung dikerjakan pada akhir 2025.

Peresmian pertama digelar sekitar kawasan Makam Butuh di Kecamatan Plupuh, Senin (12/1/2026).

Proyek terbesar dalam rangkaian ini adalah rekonstruksi Jalan Jono – Tanon di Kabupaten Sragen sepanjang 3,33 kilometer (km) dengan konstruksi beton senilai Rp 6 miliar.

Selanjutnya, terdapat pembangunan Jalan Brojol – Girimargo sepanjang 2,6 km yang menggunakan kombinasi aspal dan beton dengan nilai proyek Rp 3,660 miliar.

Ruas Jalan Kaloran – Ngrendeng juga telah rampung dikerjakan sepanjang 2,38 km menggunakan konstruksi beton dengan anggaran sebesar Rp 4,23 miliar.

Di wilayah lainnya, Jalan Pagak – Nyawun sepanjang 1,690 km diselesaikan dengan konstruksi beton senilai Rp 2,970 miliar.

Sementara di Kecamatan Plupuh, terdapat dua titik krusial yaitu Jalan Pilang – Butuh sepanjang 0,330 km dengan beton senilai Rp 1,73 miliar.

Serta Jalan Lingkungan Makam Butuh sepanjang 0,417 km yang kini telah diaspal dengan biaya Rp 445 juta.

Bupati menyampaikan ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik yang lebih baik.

Terutama infrastruktur untuk ekonomi. Pembangunan ini untuk memastikan konektivitas antarwilayah berjalan optimal.

”Hari ini (kemarin,Red) kami meresmikan enam ruas jalan kabupaten. Dibangun untuk memastikan pelayanan publik terkait infrastruktur berjalan dengan baik, aktivitas ekonomi menggeliat, dan ada keamanan dari jalan yang dibangun itu,” ujar Sigit Pamungkas.

Dia juga berpesan agar infrastruktur yang dibangun dengan uang rakyat ini dipelihara dengan baik oleh masyarakat.

Soal masih ada jalan rusak, Bupati Sigit menegaskan pemerintah tetap melakukan pemetaan skala prioritas.

”Itu kami prioritaskan lihat yang lain juga. Karena ini sudah mendapatkan alokasi cukup Rp 2,2 miliar, nanti tempat-tempat sejauh mana itu menjadi prioritas,” tutup bupati.

Selain peningkatan jalan, bupati mengungkapkan visi pengembangan kawasan melalui pembangunan pedestrian dan dermaga di sekitar Makam Butuh.

Namun, karena lahan yang ada masih milik warga, bupati meminta adanya semangat gotong-royong. Harapannya warga merelakan sebagian tanahnya untuk dibangun fasilitas publik oleh pemerintah.

Sementara itu, Kepala Desa Gedongan, Maryanto menjelaskan, pihaknya siap berkoordinasi dengan warga terkait rencana gambaran dan prospek kedepannya.

Di sisi lain, terdapat aspirasi mengenai jalur wisata sepanjang 1.650 meter yang masih rusak parah.

”Kami sangat berterima kasih sekali kepada Pemkab Sragen, masyarakat sangat senang sekali. Dengan adanya ini, akses ke pariwisata lebih mudah dan memajukan ekonomi wilayah setempat,” tandasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Makam Butuh #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #infrastruktur #sragen #plupuh