Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Desa Kaliwedi Sragen Juara 1 Inovasi Ketahanan Pangan di Hari Desa Nasional

Ahmad Khairudin • Kamis, 15 Januari 2026 | 19:09 WIB
Kepala Desa Kaliwedi, Daryono tunjukkan piala penghargaan Hari Desa Nasional. (Dokumentasi Pribadi)
Kepala Desa Kaliwedi, Daryono tunjukkan piala penghargaan Hari Desa Nasional. (Dokumentasi Pribadi)

RADARSOLO.COM – Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Sragen dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa dan Perdesaan 2025 tingkat nasional.

Penghargaan diserahkan langsung dalam perayaan Hari Desa Nasional di Boyolali, Kamis kemarin (15/1/2026). Selain mendapat piagam, juga hadiah Rp 50 juta dari Kementerian Desa.

Kepala Desa Kaliwedi, Daryono mengungkapkan, kunci keberhasilan desanya terletak pada kemampuan beradaptasi terhadap perubahan skema anggaran negara.

Di saat banyak desa mengeluhkan pergeseran alokasi dana desa, pihaknya justru melihatnya sebagai tantangan untuk berinovasi.

”Terkait dana desa, sebenarnya tidak berkurang, tetapi dialokasikan kembali. Sekitar 60 persen dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, sehingga alokasi langsung yang kami terima di Sragen sekitar Rp 371 juta,” jelas Daryono, Kamis (15/1/2026).

Alih-alih patah semangat, keterbatasan ini memicu strategi penguatan pendapatan asli desa (PAD) melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Strategi utamanya adalah memaksimalkan potensi lokal untuk menciptakan kemandirian ekonomi, sehingga pembangunan desa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pusat.

Menyongsong 2026, Desa Kaliwedi telah menetapkan peta jalan ketahanan pangan yang konkret untuk mendongkrak PAD.

Petama ekspansi peternakan, yakni menambah populasi ayam petelur sebanyak 1.200 ekor, dengan target total mencapai 3.500 ekor pada akhir tahun.

Kemudian diversifikasi komoditas dengan mengoptimalkan perkebunan kelengkeng dan melon, serta budidaya ikan nila dan lele.

Lantas melakukan optimalisasi lahan. Pengelolaan kebun sayur seluas 2 hektare oleh BUMDes.

Daryono juga menekankan pentingnya membaca peluang pasar makro. Ia menginstruksikan agar seluruh unit usaha desa bersiap menyuplai kebutuhan bahan pangan untuk program nasional makan bergizi gratis (MBG).

”Program MBG ini menyerap banyak hasil pertanian seperti telur dan sayur. Sebagai Kepala Desa, kita harus tahu kebutuhan pasar. Jangan hanya tiru-tiru, tapi harus sesuai potensi desa masing-masing,” tegasnya.

Dia menilai prestasi ini kian bermakna karena memberikan dampak sosial langsung bagi warga miskin ekstrem di Kaliwedi.

Warga yang masih usia produktif diserap sebagai tenaga kerja di unit-unit ketahanan pangan desa.

Sementara bagi warga yang sudah tidak mampu bekerja, desa memberikan bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan yang bersumber dari PAD dan Dana Desa. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#Koperasi Merah Putih #Inovasi Ketahanan Pangan #gondang #Hari Desa Nasional #Mbg #sragen #Makan Bergizi Gratis