RADARSOLO.COM – Insiden memilukan terjadi di kawasan Kampung Kauman, Kelurahan Sragen Wetan, Kamis (22/1/2026) pagi.
Seorang pria paro baya bernama Pariman, 50, warga Kampung Widoro, meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik saat tengah memangkas dahan pohon.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.45 WIB ini sempat memicu kepanikan warga di sekitar Jalan Sumatera.
Tubuh korban ditemukan tak bernyawa, tersangkut di dahan pohon pada ketinggian sekitar 5 meter.
Evakuasi dramatis selama 20 menit
proses evakuasi berlangsung cukup dramatis.
Tim gabungan dari PSC 119 Sukowati, Damkar, dan PMI Kabupaten Sragen tidak bisa langsung menurunkan korban karena adanya aliran listrik aktif di sekitar lokasi.
"Tim harus melakukan orientasi medan terlebih dahulu untuk memastikan keamanan sebelum menjangkau korban," ujar Lurah Sragen Wetan, Prima Adi Surya.
Setelah aliran listrik dipastikan aman, petugas menggunakan Truck Bucket Lift milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mencapai posisi korban.
Proses penurunan jenazah memakan waktu sekitar 20 menit sebelum akhirnya berhasil dibawa ke permukaan.
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bakar (lecet) di bagian dada kiri, jari telunjuk tangan kiri, serta ibu jari tangan kanan.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Pihak berwajib menyatakan bahwa berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah murni meninggal akibat sengatan listrik dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Prima memberikan imbauan kepada warganya agar lebih waspada.
"Kami meminta masyarakat untuk sangat berhati-hati. Jika ingin memangkas dahan pohon yang posisinya dekat dengan kabel listrik, tolong jangan dilakukan sendiri. Mintalah bantuan pihak berwajib atau PLN agar aspek keamanannya terjamin," tegas Prima.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga akan bahaya kabel listrik bertegangan tinggi yang seringkali tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. (din/adi)
Editor : Adi Pras