Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspada! Delapan Perlintasan KA di Sragen Tak Dijaga, Ini Lokasinya

Ahmad Khairudin • Kamis, 22 Januari 2026 | 17:00 WIB
Salah satu perlintasan sebidang kereta api (KA) di Kabupaten Sragen yang sudah berpalang pintu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Salah satu perlintasan sebidang kereta api (KA) di Kabupaten Sragen yang sudah berpalang pintu. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Keselamatan warga Kabupaten Sragen saat melintasi jalur kereta api (KA) kini tengah dipertaruhkan.

Lantaran dari puluhan titik perlintasan sebidang yang tersebar di Bumi Sukowati, delapan di antaranya masih berstatus tanpa penjagaan resmi.

Kondisi ini memaksa warga bertaruh nyawa dengan hanya mengandalkan inisiatif swadaya.

​Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sragen, tercatat ada 31 perlintasan sebidang di wilayah tersebut. Namun, jaminan keamanan dari negara belum menyentuh seluruh titik.

”Dari total 31 perlintasan sebidang, baru 23 titik yang dijaga. Sisanya, delapan perlintasan, masih belum ada penjaganya (resmi),” ungkap Kepala Dishub Kabupaten Sragen Sragen R. Suparwoto, beberapa waktu lalu.

​Ironisnya, kekosongan peran otoritas terkait di delapan titik tersebut selama ini hanya ditambal oleh kesigapan warga sekitar.

Mereka berjaga secara swadaya demi mencegah jatuhnya korban jiwa. Beberapa titik yang mengandalkan palang pintu kayu dan tenaga warga.

”Lokasi antara lain berada di Kalijambe, Wonotolo, hingga Duyungan. Dan dioperasikan secara manual oleh relawan, wadaya oleh masyarakat,” jelas Suparwoto.

​Meski pemkab mengeklaim telah berkoordinasi dengan Balai Perkeretaapian untuk melakukan pengecekan lapangan, solusi yang diberikan sejauh ini masih bersifat tambal sulam.

Alih-alih pengadaan palang pintu otomatis atau penempatan personel resmi, bantuan yang turun baru sebatas pemberian perlengkapan bagi relawan swadaya.

”Dari Balai Perkeretaapian sudah cek di Wonotolo dan Duyungan. Teman-teman swadaya yang jaga di sana diberikan bantuan perlengkapan,” imbuhnya.

​Di sisi lain, Sragen juga memiliki beberapa perlintasan tidak sebidang yang jauh lebih aman, seperti underpass dan flyover di kawasan Trowong.

Namun, selama delapan titik perlintasan sebidang lainnya masih dibiarkan tanpa penjagaan standar operasional, ancaman maut di perlintasan kereta api tetap membayangi warga Sragen setiap harinya.

​Masyarakat pun diminta untuk ekstra waspada dan tidak lengah saat melintasi jalur besi, terutama di titik-titik yang hanya dijaga oleh relawan lokal. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#KA #perlintasan sebidang #kereta api #sragen #Kalijambe