Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Manisnya Hasil Panen Melon BUMDes Gabus, Jadi Incaran Dapur MBG di Sragen hingga Gelar Bazar Rakyat

Ahmad Khairudin • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:38 WIB
BUMDes Gabus Makmur di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen panen melon. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
BUMDes Gabus Makmur di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen panen melon. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Budidaya melon oleh BUMDes Gabus Makmur di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Sragen berhasil panen perdana.

Alhasil sebagian panen sudah diincar dapur makan bergizi gratis (MBG). Namun pihak bumdes juga memberikan sebagian hasil panen untuk bazar melon pada Jumat (23/1/2026) agar warga turut menikmati.

​jenis melon yang dipanen yakni Amanda dan Sweet Hammy (The Blues). Keduanya dikenal memiliki tekstur unik dan tingkat kemanisan yang tinggi.

”Kemanisannya sudah sangat normal, bahkan sudah di atas Brix 15,” ujar Ketua Ketahanan Pangan BUMDes Gabus Makmur Sunar.

​Lokasi Green house disulap menjadi destinasi wisata petik melon. Meski tren harga melon premium di pasaran bisa mencapai Rp 25 ribu per kilogram, BUMDes Gabus Makmur memilih jalan yang lebih merakyat.

”Kami jual mulai Rp 20 ribu per kilo. Ada yang istimewa mungkin Rp 22 ribu. Kami tidak mau mahal-mahal, yang penting familiar dulu dengan pembeli sekitar. Belum tega kalau mau jual semahal tempat lain,” ungkap Sunar.

​Dia menyatakan antusiasme masyarakat sudah meledak. Bahkan, sebelumnya ada seorang pembeli sudah memborong 50 buah.

Strategi ini terbukti ampuh; selain menggerakkan ekonomi desa, warga bisa mencicipi buah kualitas ekspor dengan harga "kanca" (teman).

​Uji coba ini dilakukan di atas lahan berukuran 35 meter dengan kapasitas 940 batang. Menurut Pak Sunar, menanam di dalam greenhouse jauh lebih terkendali dibandingkan di lahan terbuka.

”Kami ini petani tulen. Merawat di dalam green house ternyata lebih mudah kontrolnya dibanding di luar, meski memang biaya investasinya lebih tinggi di awal,” jelasnya.

​Bicara soal prospek, Sunar tampak optimistis. Selain sudah memiliki jaringan tengkulak non-formal hingga tingkat provinsi, pihaknya juga membidik pasar potensial melalui program MBG.

Baca Juga: Diduga Dipicu Obat Nyamuk, Rumah di Jumapolo Karanganyar Terbakar: Dua Orang Dilarikan ke Puskesmas

”Beberapa pihak MBG sudah minta tester. Saat ini kami sudah punya pelanggan tetap untuk skala pribadi, tinggal nanti kalau sudah panen raya," ujar dia.

​Langkah Desa Gabus membuktikan bahwa jika dikelola dengan hati dan manajemen yang tepat, dana desa bisa berubah menjadi aset produktif yang menyejahterakan warga, satu petik melon dalam satu waktu. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#ngrampal #bumdes #sragen #green house #Melon