RADARSOLO.COM – Pengunjung salah satu minimarket di jalan Sukowati Kota Sragen mendadak geger pada Minggu malam (25/1/2026).
Bukan karena ada diskon besar-besaran, melainkan karena aksi "pertunjukan gratis" yang dilakukan oleh seorang pria berinisial S (alias Saino).
Tanpa rasa berdosa, warga Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen ini memamerkan "senjata rahasianya" di muka umum.
Aksi nekat S yang pamer "rudal" ini sempat terekam kamera warga dan mendadak viral di jagat maya.
Merasa kenyamanan mata publik terganggu, tim Sat Reskrim Polres Sragen bersama Polsek Sidoharjo pun tak tinggal diam. S dijemput paksa oleh petugas sekitar pukul 20.00 WIB.
Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Ardi Kurniawan mengungkapkan, pihaknya langsung bergerak setelah memantau kegaduhan di media sosial.
"Tim piket yang dipimpin Kanit II Iptu Sriyadi langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan pelaku demi ketertiban bersama," ujar AKP Ardi.
Usut punya usut, setelah dilakukan identifikasi di lapangan, S diduga mengalami jiwa alias orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Hal ini diperkuat dengan kehadiran Sukir Prasetyo, ketua RT tempat S tinggal, yang turut mendampingi proses pengamanan agar tetap berjalan humanis.
Proses penangkapan pun berlangsung tanpa drama kejar-kejaran ala film aksi.
S tampak pasrah saat digelandang petugas.
Karena kondisinya, polisi tidak menjebloskan S ke balik jeruji besi. Polisi memilih langkah yang lebih tepat sasaran.
"Malam itu juga, yang bersangkutan kami serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Sragen dan dititipkan di Rumah Singgah Sragen Tengah untuk penanganan medis dan sosial lebih lanjut," tambah AKP Ardi.
Saat ini, S tidak lagi bisa pamer di pinggir jalan. Ia harus rela "pindah tidur" di bawah pengawasan petugas jaga Rumah Singgah.
Sementara itu, warga Sragen kini bisa bernapas lega karena atraksi "ajaib" di depan minimarket sudah resmi ditutup.
Polres Sragen pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
Jika menemukan "pertunjukan" serupa yang meresahkan, warga diminta segera melapor ke pihak berwajib daripada hanya sibuk merekam untuk konten media sosial. (din/adi)
Editor : Adi Pras