RADARSOLO.COM – Pagi yang cerah di Lapangan Mapolres Sragen, Senin (23/2) kemarin, menjadi momen spesial bagi para pengabdi masyarakat di Bumi Sukowati.
Bukan sekadar apel rutin, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memimpin langsung upacara pemberian penghargaan (reward) bagi mereka yang menunjukkan loyalitas di atas rata-rata.
Salah satu sorotan utama jatuh pada Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Triyo Satria Leksono. Berkat tangan dinginnya, Satlantas Polres Sragen sukses menyabet predikat Juara Umum Kategori Pos Operasi Lilin Candi 2025 tingkat Polda Jawa Tengah.
Kesiapan pos pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama Natal dan tahun baru (Nataru) lalu dinilai menjadi yang terbaik di Jawa Tengah.
Namun, penghargaan tidak hanya milik perwira tinggi. Sisi humanis kepolisian ditunjukkan lewat aksi Aiptu Suparlan, Ps. Kanit SPKT Polsek Sambungmacan.
Ia mendapatkan apresiasi atas gerak cepatnya membantu warga yang kehilangan dompet di Bus Eka Patas rute Jogja–Surabaya. Berkat respons taktisnya, barang milik warga tersebut berhasil diselamatkan.
”Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah wujud apresiasi pimpinan atas dedikasi, keikhlasan, dan kerja keras rekan-rekan semua di lapangan,” ujar kapolres bangga.
Tak hanya polisi berseragam, elemen ASN dan tenaga kesehatan juga turut naik panggung. Kasi Keuangan Polres Sragen Marcia Rumini Sayekti diapresiasi atas akuntabilitas pengelolaan anggaran Semester II 2025.
Sementara di bidang kesehatan, Pembina Rahmat Suriyanto (Kasi Dokkes) sukses membawa FKTP Polres Sragen menjadi fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan pelayanan terbaik di Sragen.
Menariknya, dua warga sipil juga ikut kecipratan penghargaan. Eko Yuvianto diapresiasi atas bantuan infrastruktur digital (WiFi), serta Nurul Putri Pritadarma yang secara militan membantu pelayanan pasien di Klinik Pratama Bhayangkara.
Puncak kemeriahan terjadi saat pengumuman "Polsek Terbaik" periode Januari 2026. Polsek Karangmalang di bawah komando AKP Joni Kurniawan keluar sebagai jawara dengan skor impresif 80,73 poin.
Menariknya, selain piagam, AKP Joni juga memboyong seekor kambing sebagai simbol apresiasi atas kinerja kolektif anggotanya.
AKBP Dewiana menegaskan, seluruh penilaian dilakukan secara objektif oleh Dewan Penghargaan.
”Saya berharap ini menjadi motivasi bagi personel lain untuk terus memberikan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras