Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Konflik Timur Tengah Memanas, Bagaimana Nasib Jamaah Umrah asal Sragen di Arab Saudi?

Ahmad Khairudin • Selasa, 3 Maret 2026 | 18:40 WIB

Ilustrasi jamaah umrah.
Ilustrasi jamaah umrah.

RADARSOLO.COM – Eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat yang pecah sejak Sabtu (28/2/2026) lalu mulai memicu efek domino bagi aktivitas ibadah ke Tanah Suci.

Ribuan jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.

​Kementerian Haji dan Umrah RI pun mulai mengambil langkah preventif. Tak terkecuali di daerah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sragen Sutikno menjelaskan, hingga saat ini pihaknya terus memantau pergerakan jemaah asal Bumi Sukowati.

Namun, hingga Selasa (3/3/2026), ia mengaku belum menerima laporan resmi mengenai adanya warga Sragen yang terjebak di tengah kemelut tersebut.

”Khususnya untuk jemaah dari Kabupaten Sragen, sejauh ini belum ada laporan masuk terkait jemaah umrah tahun 2026 ini (yang tertahan),” ujar Sutikno, Selasa (3/3/2026).

Pihak Kemenhaj berharap biro-biro umrah proaktif melaporkan data jemaah mereka. Mengingat banyak warga Sragen yang kerap berangkat melalui biro dari luar kota seperti Solo, Jogja atau Surabaya, sehingga sulit terpantau secara administratif di daerah asal.

​Meski data lapangan masih nihil, Sutikno tidak mau kecolongan. Mengingat kementerian yang dipimpinnya merupakan instansi baru, koordinasi terus diperketat.

Dia merujuk pada imbauan pemerintah pusat agar masyarakat untuk sementara waktu menunda rencana keberangkatan umroh hingga situasi kembali kondusif.

”Kami mengimbau masyarakat, karena keadaan yang baru seperti ini, sementara (keberangkatan) ditunda dulu. Ini sesuai dengan informasi dari pusat kemarin,” tegasnya.

​Langkah konkret pun tengah disiapkan. Kemenhaj Sragen berencana melayangkan surat resmi kepada seluruh biro perjalanan umroh di wilayah Sragen agar tidak memaksakan keberangkatan jemaah di tengah ketidakpastian global.

Terkait nasib jamaah yang sudah terlanjur berada di Arab Saudi, pihaknya masih menunggu instruksi dan data resmi dari KBRI melalui jalur pusat.

​Di sisi lain, Sekretaris Biro Haji dan Umrah Walisongo, Amir Mustofa memastikan, seluruh jamaah yang mereka berangkatkan telah kembali ke tanah air dengan selamat sebelum serangan meletus di kawasan tersebut.

”Saat ini tidak ada jamaah kami yang tertinggal di Arab Saudi. Semua sudah dipulangkan jelang serangan terjadi,” ungkap Amir.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga menjadwalkan pemberangkatan jamaah berikutnya yang rencananya baru akan dimulai kembali pada Agustus mendatang. Sembari menunggu petunjuk dan arahan pemerintah.

Sementara salah satu jamaah umrah asal Sragen, Suyadi Kurniawan cukup beruntung. Dia pulang dua hari lebih awal sebelum tensi antar negara teluk tersebut memanas.

”Saya pulang kamis, kalau telat 2 hari saja malah mungkin bisa tertahan disana, alhamdulillah teman teman kenalan saya juga sudah sampai tanah air,” ujarnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#arab saudi #haji #umrah #amerika serikat #iran #sragen