RADARSOLO.COM - Pemkab Sragen menegaskan komitmen penuhnya dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan guna mengawal tren positif pertumbuhan ekonomi daerah yang kini menyentuh angka 5,7 persen.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Sragen Sigit Pamungkas saat meresmikan Sragen Mart, sebuah pusat perbelanjaan yang diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi kemandirian ekonomi umat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi Sukowati.
Infrastruktur Kerek Investasi
Bupati Sigit memaparkan bahwa kehadiran unit usaha strategis seperti Sragen Mart harus didukung oleh ekosistem yang sehat, salah satunya melalui kesiapan infrastruktur daerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan secara otomatis menarik aliran investasi masuk dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur menjadi kunci utama, seperti peningkatan kualitas jalan yang rusak dan penambahan penerangan jalan umum, agar roda perputaran ekonomi dapat berjalan lebih lancar dan cepat.
Lebih lanjut, Bupati Sigit tidak ingin Sragen Mart yang diinisiasi oleh warga Sragen hanya sekadar menjadi toko modern atau tempat berjualan biasa.
Sigit menaruh harapan besar agar gerai tersebut mampu menjadi standar baru bagi produk lokal untuk bersaing di level yang lebih tinggi dan profesional.
Standardisasi Produk UMKM
Untuk mewujudkan hal tersebut, bupati memberikan sejumlah instruksi strategis kepada pengelola.
Salah satunya adalah menjaga keberlanjutan logistik, di mana seluruh rantai pasok diwajibkan bersumber dari internal Kabupaten Sragen demi memastikan perputaran uang tetap beredar di daerah sendiri.
Selain itu, Sigit juga mendorong adanya standardisasi produk UMKM agar memiliki mutu yang terjamin, kuantitas yang mencukupi, serta ketersediaan pasokan yang berkelanjutan (sustainable).
Baca Juga: Terapkan Metode Monokultur, Lahan BUMDes Kemiri Diproyeksikan Hasilkan 2,5 Ton Jagung Hibrida
Ia optimistis gerai perbelanjaan ini tidak hanya berhenti di satu titik, melainkan mampu berekspansi ke seluruh kecamatan di Sragen hingga merambah ke luar kabupaten.
Bupati berharap seluruh barang dagangan di Sragen Mart bisa ludes terjual dalam waktu 24 jam sebagai wujud nyata keberhasilan misi kemandirian ekonomi lokal.
Sementara itu, Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sugito turut mengapresiasi sinergi antara visi pemerintah daerah dan ikhtiar umat dalam memperluas lapangan kerja.
Ia menilai pengelolaan modal berkonsep gotong royong dari puluhan investor lokal ini menjadi simbol kolaborasi yang apik antara kebijakan pemerintah yang pro-investasi dengan semangat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat bawah. (din)
Editor : Tri wahyu Cahyono