Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dua Desa di Sragen Bersitegang: Kades Gawan Sesalkan Aksi Sepihak Petani Jono Bongkar Irigasi

Ahmad Khairudin • Minggu, 5 April 2026 | 19:00 WIB
Pembongkaran irigasi pertanian yang dilakukan warga Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen, Minggu (5/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Pembongkaran irigasi pertanian yang dilakukan warga Desa Jono, Kecamatan Tanon, Sragen, Minggu (5/4/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Ketegangan menyelimuti perbatasan Desa Jono dan Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen.

Proyek normalisasi irigasi yang macet di tangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen kini mulai memicu konflik horisontal antarpetani.

Aksi bongkar paksa saluran yang dilakukan warga Jono pada Minggu (5/4/2026) pagi memicu reaksi keras dari Pemerintah Desa (Pemdes) Gawan.

Baca Juga: Janji Manis Normalisasi Belum Terealisasi, Petani Jono Sragen Bongkar Saluran Irigasi

​Situasi panas ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Sragen. Kelambanan DPU dalam merealisasikan janji normalisasi saluran di wilayah tersebut.

​Kepala Desa (Kades) Gawan Sutrisna secara terbuka menyayangkan aksi sepihak tersebut.

Menurutnya, tindakan warga Jono yang membuka paksa pintu air tidak hanya melanggar etika antarwilayah, tetapi juga mengabaikan kesepakatan yang telah dibangun bersama Desa Gentan Banaran, Kecamatan Plupuh.

”Kami sangat menyayangkan etika dari pihak Jono. Kalau mau membuka (saluran), setidaknya disampaikan ke kami. Ada aturan mainnya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Sutrisna, Minggu (5/4/2026) siang.

Baca Juga: Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Terjang Empat Kecamatan di Karanganyar

​Sutrisna menjelaskan, posisi Desa Gawan secara geografis berada di wilayah hilir. Beban air di wilayahnya sudah sangat berat karena harus menampung kiriman dari hulu sekaligus luapan Sungai Bengawan Solo.

​Dalam kesepakatan sebelumnya, diputuskan bahwa pintu air ke arah Gawan baru akan dibuka secara total jika pengerjaan fisik oleh DPU Sragen sudah berjalan.

Tujuannya jelas yakni agar air langsung mengalir ke badan sungai lewat saluran yang sudah dinormalisasi, bukan malah luber dan menenggelamkan sawah warga Gawan.

”Sekarang kalau dibuka paksa saat saluran belum siap, airnya masuk ke sawah kami. Masalah ini sangat sensitif karena urusan perut. Kami tidak ingin ada ketegangan antar-desa hanya karena masalah ini,” tambahnya.

​Namun, nasi sudah menjadi bubur. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan sempat terjadi gesekan di lokasi saluran.

Baca Juga: ‎Pemain Asal Sragen Dipanggil Timnas Futsal, Héctor Souto Tegaskan Pemilihan Pemain Cermin Kekuatan Liga ‎

Warga Gawan sempat berupaya menutup kembali saluran yang dibongkar, namun warga Jono kembali membukanya.

Bahkan, petani Jono melontarkan ancaman akan melakukan pembongkaran lebih luas jika ada pihak yang berani menutup aliran air tersebut.

​Aparat keamanan dari Polsek dan Koramil setempat terpaksa turun tangan untuk meredam emosi kedua belah pihak agar tidak pecah menjadi bentrokan terbuka. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#irigasi #srageb #bengawan solo #DPU Sragen #tanon