Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sambut Idul Adha 2026, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Instruksikan Layanan Healing Jangkau Pelosok Desa

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 15 April 2026 | 17:35 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau langsung program layanan kesehatan hewan keliling (Healing) di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Rabu (15/4/2026). (PEMPROV JATENG)Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau langsung program layanan kesehatan hewan keliling (Healing) di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Rabu (15/4/2026). (PEMPROV JATENG)

RADARSOLO.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan atensi khusus terhadap kesehatan hewan ternak menjelang momentum Idul Adha bulan depan.

Langkah ini dipertegas dengan meninjau langsung program layanan kesehatan hewan keliling (Healing) di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu (15/4/2026).

Inovasi "jemput bola" ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan kelaikan hewan kurban di wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga: Tinjau Banjir di Jaten Karanganyar, Gubernur Ahmad Luthfi Janjikan Pembangunan Parapet di Bantaran Bengawan Solo

Pantau Populasi 6,3 Juta Ekor Ternak

Ahmad Luthfi menegaskan, intensifikasi layanan Healing sangat krusial mengingat populasi ternak di Jawa Tengah pada tahun 2026 mencapai angka yang sangat besar, yakni diperkirakan lebih dari 6,3 juta ekor.

Populasi tersebut terdiri atas 1,32 juta ekor sapi potong, 23 ribu ekor kerbau, 3,7 juta ekor kambing, dan 1,33 juta ekor domba.

Dengan perkiraan kebutuhan kurban mencapai 593 ribu ekor, pengawasan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

"Hari ini sudah kita lakukan pengecekan karena sebentar lagi adalah Idul Adha. Populasi di Jawa Tengah itu 6,3 juta hewan. Artinya besar sekali. Kami tidak ingin pada saat iduladha nanti ditemukan penyakit-penyakit yang bisa menular apalagi pada sapi, kerbau, kambing, dan ternak lainnya," ujar Ahmad Luthfi usai melakukan peninjauan.

Layanan Healing merupakan pendukung bagi Puskeswan yang tersebar di 35 kabupaten/kota, yang memberikan kemudahan akses bagi peternak di pedesaan tanpa dipungut biaya.

Fasilitas ini mencakup pengobatan, vaksinasi, hingga ultrasonografi (USG) bagi hewan bunting.

Baca Juga: Hadapi Ancaman El Nino, Gubernur Jateng Minta Petani Tetap Tenang

"Gunanya untuk kontrol terkait kesehatan hewan di tempat kita. Dokter-dokter hewan yang kami miliki keliling secara langsung menjemput bola ke peternak tanpa biaya," tambah Luthfi.

Efektivitas Penekanan Kasus PMK

Data hingga pertengahan April 2026 menunjukkan keberhasilan program ini dalam menekan penyebaran penyakit endemik.

Tercatat hanya terdapat 10 ekor hewan yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di seluruh Jawa Tengah, yang mana seluruhnya telah tertangani dengan baik.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebutkan sistem ini bekerja mirip mekanisme spot stop Kementerian Pertanian untuk deteksi dini di lapangan.

Selain layanan keliling, pemerintah juga memperketat pengawasan di wilayah perbatasan melalui pos lalu lintas ternak guna menghalau masuknya penyakit dari luar daerah.

Baca Juga: Suspek Campak di Jateng Tembus 2.188 Kasus, Gubernur Ahmad Luthfi Instruksikan Imunisasi Serentak

"Di perbatasan kita punya pos lalu lintas ternak. Ini untuk mengontrol agar hewan yang masuk ke Jawa Tengah tidak membawa penyakit," jelas Defransisco.

Harapan Peternak Pasca-Wabah

Kehadiran program Healing disambut baik oleh masyarakat peternak, terutama mereka yang pernah terdampak parah akibat wabah PMK pada tahun-tahun sebelumnya.

Agus Kiswoyo, peternak asal Desa Krikilan, mengaku sangat terbantu dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah provinsi. Pengalaman pahit kehilangan separuh populasi ternaknya pada 2024 dan 2025 membuatnya berharap layanan ini dapat dilakukan secara berkala.

"Tahun 2024 dan 2025 kemarin tertinggi untuk PMK di sini. Hampir sisa 50% saja hewan ternak karena penyakit itu. Saya berharap program ini bisa lebih sering dilakukan," ungkap Agus yang kini beralih dari penggemukan menjadi pembibitan sapi akibat dampak wabah tersebut. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#layanan healing #layanan kesehatan hewan keliling #idul adha #sragen #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi