RADARSOLO.COM – Tren penggunaan kendaraan listrik di wilayah Sragen dan sekitarnya menunjukkan lonjakan signifikan.
Menanggapi pertumbuhan tersebut, PT PLN (Persero) terus memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), baik di jalur tol maupun di pusat perkotaan, guna mendukung program percepatan transisi energi pemerintah.
Manager PLN ULP Sragen Ardi mengungkapkan, infrastruktur pengisian daya di wilayah Sragen saat ini sudah tersebar di titik-titik strategis.
Baca Juga: Mencari "Dava" Baru dari Bumi Sukowati, Askab PSSI Sragen Gelar Piala U-11
Di jalur bebas hambatan, PLN telah menyediakan fasilitas di seluruh rest area yang ada.
"Di rest area ada empat lokasi, yakni di KM 519A, 519B, 538A, dan 538B. Semua sudah tersedia SPKLU. Sementara untuk di area kota, masyarakat bisa mengaksesnya di Kantor PLN Sragen dan Kantor Pemda Terpadu," jelas Ardi, Minggu (19/4/2026).
Selain milik PLN, dukungan infrastruktur juga datang dari pihak swasta yang menyediakan titik pengisian daya di Kantor Pos Sragen dan gerai kopi Cold n Brew.
Baca Juga: BPK RI Audit Laporan Keuangan Pemkab Karanganyar, Bupati Rober Bidik WTP ke-11
Data PLN menunjukkan kenaikan penggunaan SPKLU yang sangat masif, terutama pada periode Maret 2026 yang bertepatan dengan momentum mudik Lebaran.
Di Rest Area 519A misalnya, jumlah transaksi melonjak hingga 500 kali, naik signifikan dibanding bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata hanya berkisar di angka 200 hingga 300 transaksi.
"Penggunaan kendaraan listrik paling meningkat saat Lebaran kemarin. Karena kebutuhan yang masif ini, kami sedang menjajaki pembangunan SPKLU Center di Rest Area 519B," tambah Ardi.
Baca Juga: Longsor Hantui Kalikobok Sragen, Tanah Ambles 2 Meter Rusak Tiga Rumah
Guna memberikan layanan yang lebih efisien bagi pengendara, PLN mulai meningkatkan kapasitas mesin pengisian.
Di Kantor ULP Sragen, PLN telah menyiagakan mesin Ultra Fast Charging dengan kapasitas 100 kW.
Meskipun memiliki kecepatan pengisian yang jauh lebih tinggi dibanding mesin medium (25 kW), Ardi menegaskan bahwa tarif per kWh tetap sama.
"Yang membedakan hanya kecepatannya saja, sehingga pengguna tidak perlu mengantre lama," ujarnya.
Baca Juga: Wabup Karanganyar Ajak Masyarakat Getol Perangi Rokok Bodong
Tak hanya mobil, ekosistem kendaraan roda dua listrik juga tumbuh subur di Sragen.
Wilayah ini bahkan menjadi titik singgah favorit bagi komunitas motor listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh, seperti rute Jogja menuju Bromo.
"Kita sudah punya SPKLU khusus roda dua untuk mendukung perjalanan jauh atau touring. Namun, untuk penggunaan harian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan home charging atau pengisian daya di rumah," kata Ardi.
Baca Juga: GEMATI POL: Inovasi Kelurahan Sragen Wetan yang Jadikan Cabai sebagai Investasi Rakyat
Menurutnya, pengisian daya di rumah pada malam hari (di atas pukul 22.00 WIB) jauh lebih efektif dan ekonomis karena memanfaatkan cadangan daya PLN yang melimpah (oversupply) pada jam istirahat.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Manajer Transaksi Energi PLN Surakarta, Raditya Indra Putra menambahkan, pengembangan SPKLU Center juga menyasar wilayah Solo.
"Untuk di Solo Raya, rencana penambahan SPKLU terutama untuk mobil terus berjalan. Dua lokasi yang sudah terealisasi menjadi SPKLU Center berada di daerah Manahan dan Jajar," pungkas Raditya.
Dengan semakin rapatnya sebaran titik pengisian daya di Solo Raya, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. (din/adi)
Editor : Adi Pras