RADARSOLO.COM – Masyarakat Kabupaten Sragen digegerkan dengan rentetan penemuan mayat dalam kurun waktu lima hari terakhir.
Terhitung sejak Jumat (17/4/2026) hingga Selasa (21/4/2026), tercatat ada tiga kejadian penemuan jasad di lokasi yang berbeda-beda.
Berdasarkan data yang dihimpun, tiga kejadian tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Sidoharjo, Mondokan, dan Sragen Kota.
Adapun kronologinya pada Jumat (17/4/2026) di wilayah Kecamatan Sidoharjo, seorang perempuan bernama Elli Fitri Susanti, 30, warga Widodaren, Ngawi, ditemukan meninggal dunia di rumah kerabatnya di Desa Sidoharjo.
Baca Juga: Petakan Kerawanan May Day, Polres Sragen Gelar Tactical Floor Game
Korban ditemukan dalam kondisi kaku di tempat tidur saat saksi hendak mengantar makanan. Di dekat korban, polisi menemukan sejumlah obat-obatan medis.
Hasil pemeriksaan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro menunjukkan indikasi penyakit dalam (B-20) dan tidak ditemukan tanda kekerasan.
Kemudian pada Minggu (19/4/2026) di Kecamatan Mondokan. Sesosok mayat laki-laki atas nama Sular, 51, ditemukan membusuk di dalam rumahnya di Dukuh Kalidoro, Desa Kedawung.
Baca Juga: Demi Ketahanan Pangan, Bupati Karanganyar Ajak Masyarakat Menanam Cabai
Korban yang tinggal seorang diri tersebut pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya setelah mencium bau menyengat dari dalam rumah yang terkunci.
Korban diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi dan diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Berselang dua hari, pada Selasa (21/4/2026) di Kecamatan Sragen, seorang warga Boyolali bernama Warsini, 49, ditemukan meninggal secara mendadak di dalam warung kelontong area Pasar Hewan Nglangon.
Korban tiba-tiba jatuh tersungkur saat sedang makan. Sang suami yang berada di lokasi sempat meminta pertolongan medis, namun nyawa korban tidak tertolong.
Berdasarkan keterangan keluarga dan pemeriksaan dokter forensik, korban memiliki riwayat penyakit jantung, batu empedu, dan asam lambung.
Baca Juga: Pemprov Jateng Gelontorkan Rp33,2 Miliar untuk TMMD 2026, Sekda Sumarno: Pembangunan Mulai dari Desa
Menanggapi fenomena ini, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari memberikan penjelasan resmi terkait hasil penyelidikan kepolisian.
Dia menegaskan bahwa tren kenaikan angka penemuan mayat dalam beberapa hari terakhir ini murni disebabkan oleh faktor kesehatan atau penyakit bawaan yang diderita para korban.
Meski terjadi secara beruntun, pihak kepolisian memastikan bahwa hasil pemeriksaan medis tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh ketiga korban.
Baca Juga: Kejari Karanganyar Edukasi Siswa Bahaya Narkoba saat Pemusnahan Barang Bukti
”Dari ketiga laporan gangguan yang masuk, tim Inafis Polres Sragen bersama tim medis dari masing-masing Puskesmas dan RSUD telah melakukan olah TKP serta visum luar secara teliti. Hasilnya seragam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam,” tegas Dewiana.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap anggota keluarga atau tetangga yang tinggal sendirian, terutama mereka yang diketahui memiliki riwayat penyakit kronis.
”Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi liar. Pihak keluarga dari ketiga korban juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras