Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ibu dan Anak Tewas Tenggelam di Embung Sigit Tangen, Ayah Berhasil Selamat

Ahmad Khairudin • Minggu, 10 Mei 2026 | 18:46 WIB
Mobil ambulans evakuasi jasad balita dari Embung Sigit, Tangen, Sragen, Minggu (10/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Mobil ambulans evakuasi jasad balita dari Embung Sigit, Tangen, Sragen, Minggu (10/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Suasana tenang di kawasan Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Sragen mendadak mencekam pada Minggu sore (10/5/2026). Sebuah insiden memilukan menimpa satu keluarga asal Karanganyar yang tengah menghabiskan waktu di embung tersebut.

Sang ibu dan anaknya yang masih balita 
dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggal adalah Debia Anetta Arabella, balita yang masih duduk di bangku PAUD kelas B, serta ibunya (masih pendataan). Sementara sang ayah, Ifan, berhasil selamat dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Pemuda asal Sragen Rekam Video Aksi Nekatnya Akhiri Hidup dengan Lompat dari Jembatan

Kepala Desa (Kades) Sigit, Wardoyo mengaku awalnya tengah mengikuti pengajian sebelum akhirnya dikabari oleh rekan-rekannya mengenai adanya warga yang tenggelam.

”Biasanya Embung Sigit memang ramai warga yang lari-lari sore. Tapi saat kejadian sekitar pukul 14.30 WIB itu, kondisi sebenarnya masih cukup sepi,” ujar Wardoyo.

Tragedi bermula saat keluarga tersebut melakukan aktivitas sore di area embung. Sang ibu sedang lari keliling embung untuk berolahraga.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Lepas Keberangkatan Calon Jamaah Haji, Satu Orang Terancam Batal

Sementara itu, Ifan (sang ayah) duduk santai di pinggir embung bersama putrinya, Debia.

Tiba-tiba, sang anak terpeleset dan jatuh ke dalam air embung yang cukup dalam.
Melihat buah hatinya tenggelam, Ifan langsung melompat untuk memberikan pertolongan. Namun, Ifan justru kesulitan dan tak kunjung muncul ke permukaan. 

Panik melihat suami dan anaknya dalam bahaya, sang ibu yang sedang berlari langsung terjun ke embung untuk membantu.

Baca Juga: Kebersamaan di Balik Pengecoran Jalan, Satgas TMMD Sragen dan Warga Sarapan Bersama di Tengah Sawah

Nahas, niat menyelamatkan nyawa justru berujung duka. Sang anak ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa tak lama setelah kejadian.

”Anaknya sudah naik (ditemukan), namun dalam kondisi meninggal dunia,” lanjut Wardoyo.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap sang ibu masih terus dilakukan oleh tim gabungan dan warga setempat.

Baca Juga: Kejari Karanganyar Geledah Rumah dan Kantor Tersangka Dugaan Korupsi Retribusi PKL

Meski sang ayah berhasil selamat, ia masih mengalami trauma berat atas kejadian yang merenggut anak dan istrinya tersebut.

Diketahui, meskipun sang ayah berasal dari Karanganyar dan sang ibu merupakan warga Desa Ngrombo. Keluarga ini dikabarkan memiliki rumah tinggal di Dukuh Keras, Desa Galeh, Kecamatan Tangen. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #Embung Sigit #sragen #tangen #balita