Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

DPRD Sragen Semprit PT DMST Terkait Polusi Udara, Ini Jawaban Manajemen

Ahmad Khairudin • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:02 WIB

 

Komisi IV DPRD Sragen memanggil manajemen PT DMST, Kamis (14/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Komisi IV DPRD Sragen memanggil manajemen PT DMST, Kamis (14/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Komisi IV DPRD Sragen mendesak manajemen PT Delta Merlin Sandang Tekstil (DMST) untuk segera melakukan penanganan serius terkait limbah debu yang dikeluhkan masyarakat.

Polusi udara tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar, terutama kelompok rentan seperti balita.

Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto menegaskan, penanganan limbah tidak boleh hanya sekadar menutup cerobong asap.

Baca Juga: Satgas TMMD Kodim 0725 Sragen Kerja Keras Memberem Hasil Pekerjaan Jalan

Tetapi harus dibarengi dengan pengadaan alat pengelolaan limbah yang mumpuni agar debu tidak berhamburan ke pemukiman.

”Polusi udara itu harus segera diselesaikan. Maka bukan hanya menutup cerobong, tetapi juga harus ada alat pengelolaan limbah itu menjadi netral. Jangan sampai dihirup anak-anak balita yang daya tahan tubuhnya belum kuat. Ini berbahaya dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujar Sugiyamto usai rapat kerja di Gedung DPRD Sragen, Kamis (14/5/2026).

Selain masalah lingkungan, Sugiyamto juga menyoroti kebijakan rekrutmen pegawai. Ia meminta PT DMST 1 memprioritaskan warga lokal Sragen guna menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Bumi Sukowati.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beli Sapi 1,1 Ton dari Kerjo Karanganyar: Bernama Si Ragil, Dikarantina Ketat Jelang Idul Adha

”Kami memohon dengan sangat, yang direkrut adalah pekerja dari Sragen. Mengingat angka kemiskinan kita masih perlu perhatian, sehingga ketersediaan lapangan kerja bagi warga lokal menjadi krusial,” ujarnya.

Menanggapi desakan tersebut, pihak advokasi DMST Suparno menyatakan pihaknya telah berkomitmen menyelesaikan masalah ini dalam waktu dua minggu sejak keluhan warga diterima pada Senin (11/5/2026).

”Langkah pertama, cerobong itu sudah kita tutup sehingga steril. Kami akan tangani di dalam. Nanti akan kita tembok dan diarahkan ke saluran bawah dengan sistem spray agar tidak ada debu yang keluar sama sekali,” jelas Suparno.

Baca Juga: Dikirim via Online, Pemuda asal Sambirejo Sragen Simpan Ribuan Pil Koplo di Rumah

Soal kompensasi, pihaknya sudah memberikan rutin dalam bentuk CSR untuk lingkungan sekitar.

Sementara itu, HRD perusahaan tersebut Abbel Deni Prasojo mengakui adanya peningkatan suhu dan debu akibat perubahan material produksi dari rayon poliester ke katun.

Ia juga membenarkan adanya kerusakan pada sistem dust filter atau penyaring debu yang menyebabkan kebocoran hingga viral di media sosial.

Baca Juga: Daftar Juara Krenova 2026 Karanganyar, Ada Banyak Inovasi Menarik dan Canggih

”Memang ada kerusakan di mesin ducting collecting debu kita. Kami sudah melakukan improvisasi, namun terjadi kebocoran pada jalur yang tidak terduga. Terkait video viral itu, awalnya tujuannya untuk pembuangan udara panas karena ada peningkatan suhu pada material baru, namun saat ini kami sedang dalam tahap pembenahan total,” tandas Abbel. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #polusi udara #limbah #DPRD Sragen #csr