Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hari Jadi Ke-280 Sragen Berbarengan dengan Idul Adha, Bupati Sigit: Jadi Momentum Berbagi

Ahmad Khairudin • Selasa, 26 Mei 2026 | 18:25 WIB

 

Bupati Sragen Sigit Pamungkas serahkan sapi kurban ke warga Jetis, Sambirejo, Selasa (26/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas serahkan sapi kurban ke warga Jetis, Sambirejo, Selasa (26/5/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Peringatan Hari Jadi Ke-280 Kabupaten Sragen tahun ini terasa jauh lebih istimewa dan religius. Pasalnya, jatuh bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyebut momen langka ini sebagai berkah yang luar biasa bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berdampingannya dua momen besar ini diharapkan mampu menjadi pemantik solidaritas yang lebih kuat antarwarga.

Baca Juga: Pulang Ngaji, Warga Sidoharjo Sragen Temukan Bayi di Dalam Kardus

”Kita anggap momen hari ulang tahun pada tahun ini sebagai hari ulang tahun yang penuh barokah. Karena bertepatan dengan Idul Adha, di mana itu adalah hari yang membahagiakan bagi umat Islam,” ujar Sigit ditemui usai mengantar kurban sapi di Desa Jetis, Kecamatan Sambirejo, Selasa (26/5/2026).

Bupati berharap, esensi Idul Adha yang mengajarkan keikhlasan dan berbagi dapat diimplementasikan untuk membangun daerah.

”Semoga barokah ini bisa juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Sragen untuk saling berbagi, membangun solidaritas, dan dari semua kerumitan aktivitas dunia, senantiasa ingat pada Allah SWT,” tambahnya.

Baca Juga: Terekam CCTV, Pencuri Gondol 50 Kg Gula di Kemuning Karanganyar

Untuk menandai momen penuh barokah ini, Pemkab Sragen memfokuskan penyaluran bantuan hewan kurban ke wilayah-wilayah pinggiran yang membutuhkan atensi khusus.

Secara simbolis, bupati memilih dua desa yang merepresentasikan batas geografis Sragen, yakni Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri di ujung utara dan Desa Jetis di Kecamatan Sambirejo ujung selatan.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Sigit, pemilihan dua lokasi ekstrem tersebut membawa pesan filosofis yang mendalam tentang persatuan.

Baca Juga: PSISra Sragen Siap Tampil di Liga 4: Punya Banyak Talenta Termasuk Pemain Timnas, Tapi…

”Dua tempat ini kami ingin menyimbolkan dua ujung yang saling terhubung. Dua ujung ini kita ikat dalam semangat rela berkorban untuk bersama-sama membangun Sragen,” jelasnya.

Menanggapi fenomena menumpuknya hewan kurban di wilayah perkotaan, Bupati Sigit mengakui masih banyak daerah di pelosok Sragen yang minim pasokan hewan kurban dan membutuhkan perhatian serupa setiap tahunnya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan pemerataan distribusi agar berkah Idul Adha tidak tersentralisasi di kota saja.

Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Alat Berat Rp 7 Miliar di Karanganyar Masuk Penyidikan, Polisi Kantongi Nama Calon Tersangka

Sistem giliran pun diterapkan agar asas keadilan manfaat dapat dirasakan oleh warga di desa-desa terpencil.

”Iya, ini kita gantian ya. Jadi memang kita juga ada beberapa tempat, ada yang saya bagi kambing, ada yang bagi sapi,” tandas Sigit.

Melalui momentum ganda ini, bupati berharap silaturahmi masyarakat Sragen semakin erat demi mewujudkan visi daerah, Sragen membangun bersama, Sragen maju bersama, dan Sragen sejahtera bersama. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#idul adha #Bupati Sragen Sigit Pamungkas #sragen #Miri #sambirejo