Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tragedi Berdarah di Sragen, Bocah Kelas V SD di Jenar Tewas: Motor Raib Digondol Perampok

Ahmad Khairudin • Jumat, 5 Juni 2026 | 19:26 WIB

 

Polisi menggelar olah TKP perampokan di Dukuh Bromoasri, RT 023, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026) petang. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Polisi menggelar olah TKP perampokan di Dukuh Bromoasri, RT 023, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, Jumat (5/6/2026) petang. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kabut duka mendalam menggelayuti Dukuh Bromoasri, RT 023, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sragen, Jumat sore (5/6/2026).

Seorang bocah perempuan berinisial B, siswi kelas V SD Negeri Dawung ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya sendiri.

Korban diduga kuat menjadi korban perampokan sadis, mengingat satu unit sepeda motor Honda Vario warna biru milik keluarga raib dari lokasi kejadian.

Baca Juga: Data Penerima Bansos di Sragen Dinilai Tak Valid: Orang Meninggal Masih Tercatat, Warga Antre hingga Sore

​Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh ibu korban, Dewi, sekitar pukul 16.00 WIB. Sepulang dari tempatnya bekerja di sebuah pabrik rokok, Dewi mendapati rumahnya sepi.

Namun begitu melangkah ke ruang tengah, runtuhlah dunia ibu satu anak ini. Ia mendapati putri tercintanya terbujur kaku di atas kasur lantai dengan kondisi bersimbah darah.

​Ibu korban langsung menangis histeris. Teriakannya membuat warga sekitar geger. Korban ditemukan masih mengenakan seragam Pramuka lengkap. Wajah bocah malang itu dipenuhi luka parah akibat sabetan senjata tajam (sajam).

Baca Juga: Tradisi 1 Suro di Gunung Lawu Diprediksi Membludak, Dua Jalur Pendakian di Karanganyar Diawasi Ketat

​Kepala Desa Dawung Aris Sudaryanto langsung berkoordinasi dengan Polsek Jenar. Aris yang turun langsung ke TKP menyebut situasi sempat mencekam karena ratusan warga berkerumun. Demi menjaga sterilitas penyelidikan, petugas langsung memasang garis polisi (police line).

​Dari hasil pengamatan awal di lokasi, Aris menduga pelaku kekejian ini berjumlah lebih dari satu orang. Hal itu diperkuat dengan banyaknya jejak kaki asing yang tercetak jelas di atas lantai keramik rumah korban.

”Melihat banyaknya jejak kaki di lantai, kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Kejadiannya diduga kuat siang hari, sebab saat ditemukan jam 4 sore, darah korban sudah dalam kondisi mengering,” ungkap Aris saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Mengenang Batu Mani Gajah yang Bikin Bonagung Sragen Banjir Rupiah

​Aris menambahkan, selama ini korban memang kerap berada di rumah sendirian setelah pulang sekolah.

Kedua orang tuanya harus memeras keringat demi menyambung hidup. Ibunya bekerja shift di pabrik rokok, sementara ayahnya bekerja sebagai buruh mesin perontok padi (threser).

Kasus keji ini tengah ditangani serius Polres Sragen. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari langsung memimpin olah TKP didampingi Kasatreskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno.

Pihak kepolisian bergerak cepat mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, serta melacak keberadaan sepeda motor Honda Vario milik korban yang dibawa kabur pelaku. (din/adi)

Editor : Adi Pras
#sragen #jenar #perampokan #honda vario #Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari