RADARSOLO.COM — Polsek Kedawung, Sragen punya cara unik untuk mendekati generasi muda sekaligus membentengi mereka dari bahaya kenakalan remaja di era digital.
Lewat program terobosan kreatif mingguan bertajuk "Sikancil Alaska" yang merupakan akronim dari poliSI KANCani tILawah AL qur'An Situasi Kondusif dan Aman, aparat kepolisian kini turun langsung ke surau-surau untuk menemani anak-anak mengaji.
Langkah ini diambil sebagai implementasi nyata dari semboyan Polri untuk masyarakat, dengan menyasar segmen anak-anak dan remaja yang tengah menimba ilmu agama.
Baca Juga: Ribuan Pesilat PSHT Sragen Sedekah Alam di Kali Mungkung
Pada Senin (8/6/2026) suasana Mushola Nurul Taqwa di Dukuh Randusari, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, tampak lebih hidup dari biasanya.
Puluhan anak-anak yang tengah mengikuti aktivitas Taman Pendidikan Alquran (TPA) kedatangan tamu berseragam cokelat.
Mereka adalah PS Kanit Binmas Polsek Kedawung, Aiptu Lisa Megawati, bersama Bhabinkamtibmas Desa Pengkok, Bripda Aldiyansyah E.P.
Baca Juga: Resmi! Bupati Karanganyar Lantik Jajaran Direksi PUDAM Tirta Lawu, Ini Daftarnya
Bukan untuk melakukan penindakan hukum, kehadiran para personil korps bhayangkara ini justru untuk melebur bersama sekitar 50 santri TPA dan para pengajar mereka.
Kapolsek Kedawung AKP Suyana, menceritakan, nama "Sikancil" sengaja dipilih karena terinspirasi dari filosofi hewan kancil yang dikenal cerdas, banyak akal, dan mampu beradaptasi di mana pun ia berada.
Karakter cerdas dalam membaca peluang inilah yang diadopsi kepolisian untuk masuk ke ruang-ruang spiritual anak-anak.
Baca Juga: Lansia di Sumberlawang Jadi Korban Tabrak Lari, Polres Sragen Sisir CCTV Buru Pelaku
Menurut Suyana, tempat mengaji adalah ruang suci di mana anak-anak mencari ilmu dengan niat baik, sehingga intervensi edukasi tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lokasi tersebut diharapkan bisa menjadi upaya pencegahan dini yang paling efektif.
"Program ini sengaja mengedepankan prinsip bahwa teladan akhlak dan adab jauh lebih utama daripada ilmu semata," tandanya.
Sembari menyimak lantunan ayat suci Al-Qur'an dan memberikan motivasi, Aiptu Lisa Megawati memanfaatkan momen tersebut untuk menyelipkan sejumlah materi krusial yang kerap mengintai usia remaja saat ini.
Baca Juga: Dana BGN Seret, SPPG di Karanganyar Bertumbangan: Dua Sudah Mandek Total
Dalam dialog santai, ia memaparkan bahaya laten narkoba, dampak buruk perundungan, pentingnya tertib berlalu lintas, hingga edukasi agar bijak dalam menggunakan ponsel pintar di era Gen-Z.
Melalui pendekatan humanis ini, anak-anak diharapkan dapat membentengi diri dari pergaulan bebas dan perilaku menyimpang, sehingga kelak tumbuh menjadi penerus bangsa yang memiliki akhlak mulia dan bermartabat.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan pendidikan agama di Desa Pengkok, Polsek Kedawung tidak datang dengan tangan kosong.
Baca Juga: Polres Sragen Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Siswa SD di Jenar, Diketahui dari Jejak Kaki
Di akhir kegiatan, Kanit Binmas menyerahkan bantuan sarana belajar berupa 5 buah Alquran, 10 buku Iqra, dan 10 kitab Juz Amma untuk dijadikan inventaris permanen di Mushola Nurul Taqwa.
Kegiatan yang berlangsung selama satu jam dan berjalan dengan lancar ini menepis kesan kaku aparat penegak hukum.
Sekaligus membuktikan bahwa kepolisian kini merasuk hingga ke lini paling dasar komunitas masyarakat demi menjaga masa depan generasi muda. (din/adi)
Editor : Adi Pras