Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Lebih Bermanfaat, Ucapan HUT Bhayangkara di Polres Sragen Diganti dengan Bibit Pohon

Ahmad Khairudin • Senin, 29 Juni 2026 | 16:21 WIB

 

Tanaman buah sebagai ucapan HUT Ke-80 Bhayangkara di Mapolres Sragen, Senin (29/6/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Tanaman buah sebagai ucapan HUT Ke-80 Bhayangkara di Mapolres Sragen, Senin (29/6/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Tradisi mengirim karangan bunga sebagai ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara kini berubah wajah di Polres Sragen.

Menjelang puncak peringatan HUT Bhayangkara ke-80, ratusan tanaman buah dalam pot (tabulampot) kini menghiasi halaman mapolres.

Hal itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang banyak karangan bunga. Inovasi tersebut digagas Panitia HUT Bhayangkara ke-80 Polres Sragen sebagai upaya mengubah budaya seremonial menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna jangka panjang.

Baca Juga: Minibus Wisatawan Terbakar di Tol Solo-Ngawi Sragen, Bawa Sebelas Penumpang

Hasilnya, hingga dua hari menjelang puncak perayaan, sebanyak 130 tabulampot dari berbagai instansi, mitra kerja, dan stakeholder serta polsek jajaran dan satuan fungsi, telah berjajar rapi menghiasi halaman Mapolres Sragen.

Berbagai jenis tanaman buah seperti mangga, jeruk, jambu, kelengkeng, sawo, black sapote, anggur Brasil, hingga alpukat menjadi simbol ucapan selamat yang tidak hanya memperindah lingkungan. Tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengaku bangga dan mengapresiasi kreativitas panitia yang menghadirkan konsep baru dalam peringatan HUT Bhayangkara tahun ini.

Baca Juga: Dari Lereng Lawu Karanganyar, Merti Gunung Serukan Harmoni Manusia dengan Alam

”Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia HUT Bhayangkara ke-80 Polres Sragen yang telah menghadirkan inovasi ini. Mengganti karangan bunga dengan tanaman buah dalam pot merupakan langkah yang sangat positif,” ujar kapolres.

”Selain lebih hemat, tanaman ini memiliki manfaat jangka panjang, dapat menghijaukan lingkungan, menghasilkan buah, dan menjadi simbol bahwa setiap bentuk perhatian kepada Polri juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ujar Dewiana Syamsu Indyasari.

Menurutnya, selain lebih ramah lingkungan, penggunaan tabulampot juga jauh lebih ekonomis dibandingkan karangan bunga.

Baca Juga: Disdikbud Sragen Bersiap Gabungkan SD Negeri secara Besar-besaran, Bagaimana Nasib Guru dan Kepala Sekolahnya?

Jika sebuah karangan bunga umumnya bernilai sekitar Rp 500 ribu bahkan lebih, tabulampot dapat diperoleh dengan harga mulai Rp 75 ribu.

Selain itu tetap memiliki nilai estetika sekaligus manfaat ekonomi karena dapat terus dirawat hingga berbuah.

Konsep tersebut juga mendapat sambutan positif dari para pengirim ucapan. Salah seorang pengantar tabulampot yang enggan disebutkan namanya mengaku lebih senang mengirim tanaman buah dibandingkan karangan bunga.

Baca Juga: Kunjungan ke Karanganyar, Menko Pangan: Emas, Nikel, Batu Bara Itu Punya Negara, tapi Dikasih Bupati ke Pengusaha

”Kalau karangan bunga hanya bertahan beberapa hari lalu layu dan dibuang. Dengan tabulampot, setelah acara selesai masih bisa ditanam atau dirawat hingga berbuah. Manfaatnya jauh lebih besar dan bisa dinikmati banyak orang,” tuturnya.

Keberadaan ratusan tabulampot kini menjadi pemandangan yang menarik perhatian setiap tamu yang datang ke Mapolres Sragen.

Usai rangkaian HUT Bhayangkara selesai, seluruh tanaman tersebut direncanakan akan dimanfaatkan sebagai penghijauan di lingkungan Mapolres maupun lokasi lain yang telah disiapkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (din/adi)

 

Editor : Adi Pras
#karangan bunga #sragen #hari bhayangkara #Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari #polres sragen