RADARSOLO.COM – Ada yang berbeda dari riuh pagi di lapangan SMP Birrul Walidain, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Senin (20/7/2027).
Jika biasanya hari pertama sekolah setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) disambut dengan barisan seragam yang kaku, kali ini ratusan siswa justru menyulap lapangan sekolah menjadi lautan jersey sepak bola lintas negara.
Ada yang bangga mengenakan kostum Spanyol, Argentina, Inggris, hingga Prancis.
Baca Juga: Ratusan SDN di Sragen Krisis Pendaftar, Sekolah Favorit Justru Harus Tolak Siswa
Sekolah ini sengaja menggelar apel dengan nuansa unik, yakni pesta Piala Dunia. Langkah kreatif ini diambil untuk menyambut 66 siswa baru yang resmi bergabung tahun ini.
Kepala SMP Birrul Walidain Plupuh Amir Hamzah mengungkapkan, agenda ini bukan sekadar ajang hura-hura atau ikut-ikutan tren global.
Lewat atmosfer sepak bola, sekolah ingin mengirimkan pesan kuat kepada anak didiknya bahwa potensi mereka tidak melulu diukur dari deretan angka di atas kertas.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Perkuat Pendidikan Inklusif Sejak Usia Dini
”Kami ingin memotivasi anak-anak. Tidak harus dapat nilai 100 di pelajaran Bahasa Inggris atau Matematika untuk dianggap berprestasi. Apa pun bakatnya, baik itu sepak bola, futsal, badminton, hingga bela diri, sekolah akan mengapresiasi,” ujar Amir Hamzah di sela-sela kegiatan.
Amir menambahkan, sekolah memegang teguh prinsip religius yang selaras dengan pesan Rasulullah SAW tentang pentingnya kekuatan fisik.
”Al-mu'minul qawiyyu, mukmin yang kuat itu lebih dicintai Allah ketimbang mukmin yang lemah. Olahraga adalah media utama kami untuk membentuk fisik dan jiwa anak-anak yang tangguh,” tegasnya.
Baca Juga: Sulit Diterjemahkan, Istilah Bahasa Indonesia Ini Punya Makna yang Sangat Khas
Komitmen sekolah dalam memfasilitasi bakat non-akademik ini terbukti bukan sekadar jargon. Dalam tiga tahun terakhir, ekstrakurikuler futsal menjadi salah satu yang paling moncer dan diminati.
Karena peminatnya yang membeludak, pihak sekolah bahkan menerapkan sistem seleksi ketat.
Langkah ini diambil agar siswa yang masuk benar-benar berniat mengembangkan bakat, bukan sekadar ikut-ikutan teman.
Baca Juga: Sambut Hari Anak Nasional 2026, Lintas Komunitas di Boyolali Gelar Literasi dan Dolanan Tradisional
Bagi siswa yang belum lolos, sekolah akan mengarahkan mereka ke bidang lain seperti bela diri.
Meski mengaku pengembangannya masih terus berproses menuju titik optimal, Amir optimistis sekolahnya mampu melahirkan talenta-talenta hebat yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.
”Dunia kini ada dalam genggaman anak-anak, informasi global bergulir cepat. Lewat wadah yang tepat, kami yakin perbedaan potensi yang mereka miliki hari ini bisa mengantarkan mereka menjadi orang-orang hebat di masa depan,” tandasnya. (din/adi)
Editor : Adi Pras