Dua Hari Tenggelam di Bengawan Solo, Jasad Karyawan SPPG di Sragen Akhirnya Ditemukan

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 08:53 WIB

 

Upaya pencarian korban tenggelam fi Sungai Bengawan Solo, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, Senin (20/7/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Upaya pencarian korban tenggelam fi Sungai Bengawan Solo, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, Senin (20/7/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Operasi pencarian maraton terhadap korban kecelakaan air di Sungai Bengawan Solo wilayah Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Sragen, akhirnya membuahkan hasil.

Irsad Rivai Musslih, 19, pemuda yang dilaporkan hilang terseret arus sejak Minggu (19/7/2026) siang, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/7/2026) malam.

Korban yang diketahui merupakan karyawan salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Sragen tersebut ditemukan mengapung tidak jauh dari titik awal dia tenggelam. Dengan ditemukannya jasad survivor, Operasi SAR Gabungan secara resmi dinyatakan ditutup.

Baca Juga: DKPPP Sragen Semprit Penyalur Pupuk Bersubsidi di Gemolong, Temukan Sejumlah Kejanggalan

Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban bersama tiga rekannya tengah berkumpul di pinggir sungai kawasan Dukuh Ngipang RT 13/05, Desa Gawan. 

Dipicu cuaca yang sangat terik, korban berinisiatif turun ke sungai untuk berendam mendinginkan badan. Padahal, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang.

Mengetahui hal itu, salah satu temannya, Dista, ikut turun ke air untuk mendampingi. Nahas, saat berada di air, korban terpeleset dan langsung terseret derasnya arus bawah Bengawan Solo.

Baca Juga: Dalami Kebakaran Pabrik Sendal di Kebakkramat, Polres Karanganyar Tunggu Hasil Labfor

Sejak menerima laporan peristiwa pada Minggu sore, kepolisian bersama tim SAR gabungan langsung bergerak mendirikan posko induk dan menerjunkan personel penyisiran.

Pencarian hari pertama pada Minggu malam sempat dibatasi akibat terbatasnya jarak pandang dan pekatnya medan sungai, sehingga tim memaksimalkan pemantauan visual menggunakan lampu sorot dari darat.

Operasi berlanjut secara masif pada Senin (20/7/2026) pagi mulai pukul 07.54 WIB. Tim SAR mengerahkan unit Landing Craft Rubber (LCR) untuk menyisir aliran sungai. 

Baca Juga: Mandi Berendam karena Gerah, Remaja asal Tanon Sragen Terseret Arus Bengawan Solo

Radius penyisiran bahkan memperluas jangkauan hingga ke Jembatan Sapen, Kedungupit, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi tenggelam.

Meski demikian, hingga sore hari pukul 16.00 WIB, keberadaan korban belum terdeteksi.

Titik terang penyisiran baru muncul pada Senin malam pukul 20.20 WIB. Warga setempat melaporkan adanya visual objek mencurigakan yang mengapung di aliran sungai.

Baca Juga: Terjerat Kasus Narkoba, Kadus di Desa Wonolopo Karanganyar Diberhentikan Sementara

Lokasi Penemuan Berjarak sekitar 360 meter dari lokasi pertama. Tim Rescue SAR Solo bergerak cepat melakukan pemulihan (recovery).

Tepat pukul 21.00 WIB, jasad korban berhasil diangkat menuju Pos 2. Atas permintaan pihak keluarga, pukul 21.16 WIB jasad korban terlebih dahulu dilarikan ke RSUD setempat untuk menjalani pemeriksaan medis.

Di sisi lain, Kapolsek Tanon Iptu Priyatno mengimbau keras warga agar tidak lagi melakukan aktivitas berenang di Sungai Bengawan Solo.

Baca Juga: Bedah Avengers Doomsday Trailer: Chris Evans Kembali Jadi Captain America, Doctor Doom Siap Guncang Multiverse

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di sungai, terutama pada titik-titik dengan arus deras dan kedalaman yang berbahaya guna mencegah terulangnya tragedi serupa," tegasnya. (din/adi) 

Editor : Adi Pras
bengawan solo SPPG Mbg sragen tanon