Penyelaman Malam di Sungai Ngarum Sragen, Warga Gondang Ditemukan Meninggal di Kedalaman 3 Meter

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:06 WIB

 

Upaya evakuasi warga tenggelam di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen, berbuah duka, Jumat (4/9/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Upaya evakuasi warga tenggelam di Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen, berbuah duka, Jumat (4/9/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM — Penyelaman malam yang dilakukan Tim SAR Gabungan di aliran Sungai Ngarum, Dukuh Bontit, Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang, Sragen, berbuah duka, Jumat (4/9/2026) malam.

Seorang warga setempat, Sugiyono,48, ditemukan meninggal dunia usai tenggelam di kedalaman tiga meter.

Informasi yang dihimpun, peristiwa laka air tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, laporan resmi dan permohonan bantuan evakuasi baru masuk ke Call Center PSC 119 Sukowati Sragen pada pukul 21.25 WIB dari grup Rescue Pemadam Kebakaran Sragen.

Baca Juga: 103 SPPG di Karanganyar Jadi Pasar Baru BUMDes

Titik keberadaan korban sebenarnya sudah terdeteksi, tetapi membutuhkan penanganan teknis khusus karena lokasi tenggelam berada di kedalaman sekitar lima meter.

Mendapati laporan tersebut, PSC 119 Sukowati langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan, BPBD, PMI, TNI/Polri, hingga puluhan unsur relawan untuk bergerak ke lokasi kejadian.

Ambulans Rescue Medic Alfa 06 PSC 119 beserta personel medis disiagakan di lokasi untuk medical standby.

Baca Juga: Alasan Barista asal Sragen Sekap Pacar Karena Ogah Diputus

Ketua PMI Kabupaten Sragen Utami Dewi Masithoh mengonfirmasi bahwa evakuasi korban membutuhkan peralatan selam karena kondisi medan dan jarak pandang malam hari.

"Tim SAR Gabungan merespons cepat dengan menyiapkannya peralatan selam begitu tiba di lokasi. Metode Night Diver atau penyelaman malam langsung diterapkan untuk mengoptimalkan pencarian," terang Utami Dewi Masithoh, Minggu (6/9/2026).

Proses penyelaman dimulai sekitar pukul 22.15 WIB setelah titik lokasi dikunci. Hanya butuh waktu sekitar tiga menit bagi tim penyelam untuk menemukan tubuh korban.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Ajak Pemkot Solo Cari Solusi Jangka Panjang Cegah Kebakaran TPA Putri Cempo

"Pukul 22.18 WIB, survivor berhasil ditemukan di kedalaman kurang lebih tiga meter, namun dalam kondisi sudah meninggal dunia," lanjut Utami.

Jasad Sugiyono kemudian langsung dievakuasi menggunakan Ambulans Rescue Medic Alfa 01 PMI Kabupaten Sragen menuju rumah duka di Dukuh Bontit RT 25, Desa Srimulyo, dan tiba sekitar pukul 22.30 WIB.

Pihak kepolisian bersama tim medis yang melakukan visum luar di rumah duka menyatakan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca Juga: Sambut Rencana PLTS Terapung di WGM, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno Kaji Potensi Wisata Edukasi

Jenazah Sugiyono malam itu juga langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk diproses pemakamannya.

Operasi SAR Gabungan yang melibatkan puluhan potensi relawan, mulai dari Tagana, SAR Himalawu, SAR MTA, NU Peduli, hingga warga sekitar. Operasi resmi ditutup dan dibubarkan pada pukul 22.45 WIB. (din/adi)

Editor : Adi Pras
PMI Sragen sar gondang penyelam sragen