Jaga Kedaulatan Digital NKRI, Polres Sragen Edukasi Pelajar Gunakan Teknologi AI

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:46 WIB

 

Personel Polres Sragen beri pelatihan AI ke siswa. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Personel Polres Sragen beri pelatihan AI ke siswa. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta ancaman terhadap kedaulatan bangsa saat ini tidak hanya terjadi di dunia nyata.

Tetapi juga berkembang di ruang digital, terlebih dengan adanya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Untuk itu, Polres Sragen berinisiatif mengedukasi para pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Sragen mengenai pemanfaatan AI secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Ada 34 tim trainer yang memberi materi ke siswa.

Baca Juga: Penyelaman Malam di Sungai Ngarum Sragen, Warga Gondang Ditemukan Meninggal di Kedalaman 3 Meter

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, terutama generasi muda.

”Kami ingin anak-anak muda di Kabupaten Sragen tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi itu digunakan secara benar, bertanggung jawab dan memberikan manfaat. AI memiliki banyak potensi positif, tetapi jika digunakan tanpa pemahaman dan etika, tentu dapat menimbulkan dampak yang tidak baik,” ujar kapolres, Minggu (6/9/2026).

Pelatihan digelar sejak 10 Agustus lalu. Tim trainer mendatangi sekolah di Sragen. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai perkembangan AI, potensi manfaatnya, risiko penyalahgunaannya, serta pentingnya membangun budaya penggunaan teknologi yang berlandaskan etika.

Baca Juga: Desa Lemahbang Disiapkan Untuk Regenerasi Petani di Karanganyar

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat di ruang digital, khususnya di kalangan generasi muda.

Sebab, menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa di era teknologi tidak hanya membutuhkan kemampuan menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga membutuhkan karakter dan adab dalam menggunakannya.

”Kami ingin anak-anak muda di Kabupaten Sragen tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi itu digunakan secara benar, bertanggung jawab dan memberikan manfaat. AI memiliki banyak potensi positif, tetapi jika digunakan tanpa pemahaman dan etika, tentu dapat menimbulkan dampak yang tidak baik,” ujar AKBP Dewiana S Indyasari. (din/adi)

Editor : Adi Pras
Artifical Intelligence pelajar sragen Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari polres sragen