Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen Meninggal usai Kejang, Pihak Sekolah Bungkam

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:17 WIB

 

Kabar duka Anisa Nur Fadilah, siswi kelas XI A sekolah rakyat Sragen asal Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan meninggal, Minggu (6/9/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Kabar duka Anisa Nur Fadilah, siswi kelas XI A sekolah rakyat Sragen asal Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan meninggal, Minggu (6/9/2026). (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kabar duka datang dari Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Kabupaten Sragen. Anisa Nur Fadilah, salah seorang siswi kelas XI A sekolah rakyat asal Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban meninggal dunia usai mengeluhkan demam tinggi hingga mengalami kejang-kejang. Peristiwa tersebut sempat memicu isu miring di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Yuniarti Anisa menyebut, siswa memang tercatat memiliki riwayat kelenjar tiroid.

Baca Juga: Jaga Kedaulatan Digital NKRI, Polres Sragen Edukasi Pelajar Gunakan Teknologi AI

Selama berstatus siswi sekolah rakyat, ia sudah tiga kali diperiksakan ke RS Amal Sehat Sragen dan rutin menjalani pengobatan.

”Di lingkungan sekolah, Anisa dikenal sebagai pribadi yang aktif, ceria, dan tidak memperlihatkan tanda-tanda sakit parah,” ujarnya.

Namun dalam sepekan terakhir, kondisi kesehatannya mulai menurun akibat batuk, flu, dan demam. Pihak sekolah sempat membawanya berobat ke Puskesmas Mondokan.

Baca Juga: Pemkab Karanganyar Gelontorkan Hibah Rp 1,26 Miliar ke 34 Kelompok Ternak

Pada Sabtu (5/9/2026), Anisa kembali demam dan diantar oleh pihak SR ke Puskesmas Mondokan.

Hingga malam, demam tak kunjung turun. Pihak sekolah berniat membawanya kembali ke puskesmas, namun Anisa menolak dan memilih untuk pulang ke rumah.

Selanjutnya pukul 21.00 WIB orang tua, Anisa tiba di asrama untuk menjemput. Saat dijemput, Anisa masih tampak senang dan ceria.

Baca Juga: Penyelaman Malam di Sungai Ngarum Sragen, Warga Gondang Ditemukan Meninggal di Kedalaman 3 Meter

Di rumah ibunya memberikan obat parasetamol sisa dari puskesmas. Karena menganggap demamnya mereda dan tidak ada keluhan lain, Anisa tidak dibawa ke fasilitas kesehatan malam itu.

Lantas Minggu (6/9/2026), kondisi Anisa memburuk dan muntah-muntah secara terus-menerus. Saat Subuh, keluarga membawanya ke Puskesmas Mondokan, tetapi ditolak lantaran kapasitas pasien sedang penuh.

Keluarga melarikan Anisa ke Puskesmas Sukodono. Di sana, Anisa mengalami kejang-kejang hingga akhirnya dirujuk darurat ke RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen.

Baca Juga: Desa Lemahbang Disiapkan Untuk Regenerasi Petani di Karanganyar

Di RSUD, tim medis melakukan penanganan dan pemeriksaan mendalam. Anisa sempat terlihat ceria kembali, namun kondisinya ngedrop drastis sekitar pukul 13.00 WIB dan kembali mengalami kejang. Pukul 14.00 WIB Anisa dinyatakan meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, pengelola dan pihak manajemen sekolah rakyat belum memberikan keterangan resmi terkait wafatnya Anisa Nur Fadilah.

Upaya konfirmasi yang dilayangkan awak media melalui pesan singkat maupun sambungan telepon tidak mendapatkan respons dari pihak sekolah. (din/adi)

Editor : Adi Pras
kelenjar tiroid sukodono sragen Kedawung Sekolah Rakyat