Siswinya Meninggal, Sekolah Rakyat Sragen Buka Suara

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 18:19 WIB

 

Sekolah rakyat terintegrasi Sragen di Kecamatan Mondokan mulai ditempati siswa. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Sekolah rakyat terintegrasi Sragen di Kecamatan Mondokan mulai ditempati siswa. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Pihak Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Mondokan, Sragen akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya Anisa Nur Fadilah, siswi kelas XI A asal Desa Kedawung.

Kepala SR Terintegrasi 1 Sragen Giyatno meluruskan dinamika komunikasi serta menjelaskan langkah-langkah pelayanan kesehatan yang telah diberikan pihak sekolah sebelum almarhumah wafat pada Minggu (6/9/2026) lalu.

Menanggapi kabar terkait minimnya informasi awal, Giyatno menyebut sempat mengira awak media telah menerima keterangan dari tim internal sekolah.

Baca Juga: Laka KA Majapahit Vs Pikap di Kalijambe Sragen, Sopir Diduga Kurang Konsentrasi

”Saya mengira sudah mendapat informasi dari humas atau kesiswaan, karena beberapa media lain juga mendapatkan informasi dari situ,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Giyatno menegaskan, pihak sekolah tidak tinggal diam saat kondisi kesehatan Anisa mulai menurun akibat demam dan flu.

Penanganan medis awal telah dilakukan sesuai prosedur di asrama. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, pihak sekolah memastikan telah menyiapkan perhatian khusus bagi keluarga almarhumah.

Baca Juga: Tanggap Darurat Kebakaran TPA Putri Cempo di Gondangrejo Karanganyar Fokus Tangani Kesehatan Pengungsi

”Ada (santunan buat keluarga, Red),” tegas Giyatno.

Terkait sorotan kepala Desa Kedawung mengenai tingginya mobilitas lima hingga 10 siswa yang berobat ke puskesmas setiap harinya, Giyatno membantah jika hal tersebut disebabkan oleh lingkungan asrama yang buruk.

Menurutnya, kebersihan area tempat tinggal siswa terjaga dengan baik melalui agenda piket rutin para siswa.

”Kondisi asrama baik, dengan piket siswa di asrama kondisinya bersih,” jelasnya.

Baca Juga: Siswa Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Usul Sediakan Klinik Khusus

Dia juga menambahkan jumlah siswa yang berobat ke Puskesmas Mondokan pada kenyataannya tidak menentu tiap harinya.

”Yang jelas, setiap ada siswa yang sakit akan dilayani pengobatan di UKS atau dirujuk ke puskesmas,” imbuhnya.

Kendati demikian, Giyatno sepakat dengan aspirasi masyarakat terkait perlunya peningkatan fasilitas penanganan medis internal di dalam lingkungan sekolah berasrama tersebut.

Baca Juga: Kantor BMT Dinar Mulia Karanganyar Digeledah Polisi, terkait Dana Nasabah Raib

Menurutnya, sekolah tak perlu mendirikan bangunan klinik baru dari nol. Melainkan cukup mengoptimalkan ruang UKS yang sudah tersedia di setiap gedung.

”Bisa di UKS yang sudah ada di setiap gedung. Tinggal butuh tenaga (medisnya) saja,” pungkas Giyatno. (din/adi)

Editor : Adi Pras
UKS sragen mondokan Kedawung Sekolah Rakyat