RADARSOLO.COM – Ribuan santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) memadati Lapangan Kecamatan Tangen, Kamis (22/10/2026).
Di balik kemeriahan dan khidmatnya Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), muncul pertanyaan terkait keberlanjutan payung hukum pondok pesantren dan madrasah diniyah (madin) di Bumi Sukowati.
Meski Peraturan Daerah (Perda) Pesantren telah disahkan, PCNU Kabupaten Sragen menilai aturan tersebut belum bisa tereksekusi optimal tanpa adanya petunjuk teknis berupa Peraturan Bupati (Perbup).
Ketua Tanfidziah PCNU Sragen, K.H. Sriyanto menegaskan, percepatan penerbitan Perbup Pesantren menjadi rekomendasi utama hasil Musyawarah Kerja (Musker) PCNU Sragen.
Baca Juga: Sidak Proyek Jalan, Komisi C DPRD Karanganyar Soroti Kualitas dan Finishing
Pihaknya berencana mengagendakan pertemuan khusus dengan bupati Sragen dalam waktu dekat untuk menyerahkan rekomendasi tersebut secara resmi.
”Kami akan segera menghadap Bupati agar Perbup ini segera disahkan. Manfaatnya sangat besar,” tegas Sriyanto di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, perbup menjadi regulasi krusial yang memberi kepastian hukum bagi pesantren dan madin.
Kehadiran aturan turunan ini akan menjadi landasan kuat, mulai dari perencanaan program, mekanisme penganggaran daerah, hingga eksekusi kebijakan riil di lapangan. Tanpa dukungan ini, penguatan kapasitas lembaga pendidikan keagamaan terancam jalan di tempat.
Baca Juga: Laka Maut, Pengendara Motor asal Jebres Meninggal di Jalur Sragen–Solo
Perjuangan regulasi tersebut berbanding lurus dengan komitmen sosial warga NU. Apel di Lapangan Tangen hanyalah satu dari 18 titik pusat kegiatan Peringatan HSN di Sragen yang digelar serentak sesuai instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Secara keseluruhan, tercatat tak kurang dari 22.999 peserta terlibat aktif.
”Tahun ini ada 18 titik NU di Kabupaten Sragen dengan total 22.999 peserta yang ikut dalam apel Hari Santri,” papar Sriyanto.
Rangkaian HSN tahun ini tidak sekadar diisi seremonial dan perlombaan antarsantri, tapi juga diisi kegiatan sosial.
Di antaranya penyaluran 30 tangki air bersih untuk warga terdampak kekeringan di wilayah Sragen utara. Seperti Tangen, Jenar, dan Gesi, serta aksi donor darah masal guna memperkuat stok darah daerah.
Baca Juga: Puncak Kemarau Landa Sragen, BRI Kirim 55 Truk Tangki Air ke Sragen
Sementara itu, dari GP Ansor membuka posko layanan registrasi perlindungan sosial (Perlinsos). Dimana layanan khusus pembukaan akses bantuan sosial bagi warga kurang mampu.
Salah satu terobosan unik dalam peringatan kali ini adalah dibukanya posko pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen.
”Di Hari Santri ini, kami memanfaatkan akses yang kita miliki untuk membantu masyarakat mendaftarkan diri menjadi penerima bansos. Kami bantu proses pendaftarannya, sedangkan seleksi akhir tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ujar Sekretaris GP Ansor Sragen, Joko Wahono. (din/adi)
Editor : Adi Pras