Sragen Kembali Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga Jenar Rusak

Ahmad Khairudin • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 17:04 WIB

 

Personel BPBD Sragen mengevakuasi pohon tumbang di Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Sabtu (30/10/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
Personel BPBD Sragen mengevakuasi pohon tumbang di Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Sabtu (30/10/2026) malam. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Wilayah Kabupaten Sragen kembali diguyur hujan deras disertai angin kencang. Pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah pohon tumbang dan rumah rusak terjadi di Kecamatan Jenar.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen R. Triyono Putro menjelaskan, dampak bencana kali ini terkonsentrasi di beberapa titik di Kecamatan Jenar. Meliputi Desa Banyurip, Desa Dawung, dan Desa Jenar.

Berdasarkan data sementara dari Pusdalops BPBD Sragen, peristiwa angin kencang ini berdampak langsung pada puluhan warga. Total 11 unit rumah tiga di antaranya mengalami rusak berat dan satu unit parkiran roboh.

Baca Juga: Usulan Fraksi PDIP Sragen soal QRIS Buat Parkir Dinilai Belum Relevan

”13 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 35 jiwa terdampak. Kerusakan lainya lima pohon tumbang, ribuan genting rusak/berterbangan, 27 lembar asbes, serta 2 unit sepeda motor mengalami rusak berat tertimpa material bangunan,” kata Triyono, Minggu (1/11/2026).

Pihaknya menuturkan total kerugian material ditaksir mencapai Rp 132,3 juta. Beberapa titik parah di antaranya terjadi di Dusun Kedu, Desa Banyurip.

Di mana sebuah rumah warga atas nama Ibu Kartini, 50, tertimpa pohon sawo dan mengalami rusak berat.

Serta rumah milik Bapak Sugimin, 43, yang huni ukuran panjang 14 meter dan lebar 4 meter mengalami rusak berat beserta dua unit sepeda motor di dalamnya.

Baca Juga: Wajah Baru di Kodim 0727/Karanganyar: Tantangan dan Harapan di Bawah Komando Letkol Inf Afdhal

”Selain itu, pohon mahoni tumbang di Dusun Winong, Desa Dawung, sempat menutup akses jalan utama Jenar–Banyurip,” katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sragen bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan kaji cepat (assessment) serta evakuasi begitu laporan diterima.

Kendati demikian, petugas sempat menghadapi kendala di lapangan, di antaranya minimnya sarana penerangan di tempat kejadian bencana (TKB).

Selain itu, evakuasi di wilayah Dusun Genengsari, Desa Banyurip, sempat tertunda akibat akses jalan yang terlalu licin sehingga belum dapat dijangkau oleh tim gabungan.

Baca Juga: Gerebek Rumah Penimbunan Solar Bersubsidi di Sragen Wetan, Polisi Sita 5 Mobil Modifikasi dan 40 Pelat Palsu

”Pagi ini kami lanjutkan ke wilayah Genengsari, yang mana tadi malam, belum bisa terjangkau, karena medannya licin,” jelasnya. (din/adi)

Editor : Adi Pras
BPBD Sragen pohon tubang sragen jenar angin ribut