Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi Komunikasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Widodo Muktiyo mengakui, konsumsi situs pronografi oleh masyarakat Indonesia masih cukup tinggi. Pengakses mayoritas dari kalangan milenial.
"Kita telah melakukan upaya memblokir website-website dan akun bermuatan pornografi. Sudah lebih dari satu juta situs yang kita blokir. Apalagi konten seperti ini yang buat luar negeri," terang Widodo saat mengisi seminar di salah satu hotel di Solo Baru, Jumat (13/12).
Widodo mengatakan, pornografi membuat pengonsumsinya menjadi kecanduan. Menurut dia, hal-hal yang terkait seksualitas merupakan peradaban tua dan naluriah manusia. Karenanya, di era siber kalangan milenial pengonsumsi konten pornografi masih cukup banyak.
"Oleh karena itu, perlu adanya literasi media. Di mana dalam bermedia kita juga harus mengonsumsi yang halal dan menyehatkan. Apalagi hampir 50 persen warga Indonesia sudah bisa menggunakan gadget," kata Widodo.
Meski jumlah situs website di Indonesia tidak terhitung, Widodo mengaku, semua situs harus mengikuti regulasi yang berlaku. Pihaknya juga melakukan pengawasan situs media. Sebab, media turut andil dalam mempengaruhi pola pikir masyarakat.
"Kami menyasar generasi Z. Di mana mereka itu cenderung independen yang mudah terpengaruh. Apalagi ini sudah masuk era post-truth. Situasi ini tidak baik untuk ketahanan komunikasi masyarakat. Karena rawan diadu domba pihak tidak bertanggung jawab," imbuhnya. (rgl/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra