Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Antisipasi Korona, Pasar Gawok Ditutup, Pedagang Pasrah

Perdana Bayu Saputra • Senin, 30 Maret 2020 | 23:49 WIB
LENGANG: Kondisi perekonomian Pasar Gawok, Gatak lumpuh seiring penutupan pasar tersebut oleh pemkab. Pasar Gawok akan buka kembali 6 April mendatang. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
LENGANG: Kondisi perekonomian Pasar Gawok, Gatak lumpuh seiring penutupan pasar tersebut oleh pemkab. Pasar Gawok akan buka kembali 6 April mendatang. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO – Pasar Gawok di Desa Geneng, Kecamatan Gatak telah menjadi urat nadi masyarakat. Namun, badai Covid-19 membuat pasar yang dikenal dengan pasar lanang ini tak berdaya. Pasar tersebut ditutup sementara mulai 18 Maret sampai 5 April mendatang.

Selama ini, masyarakat Kecamatan Gatak, Baki, dan sekitarnya sudah menjadikan Pasar Gawok sebagai bagian dari hidupnya. Hampir semua kebutuhan tersedia di pasar tersebut. Mulai dari pakaian, alat-alat pertanian, tanaman hias, aksesori, hingga ternak.

”Sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat, baik penjual atau pembeli. Tak jarang, ada yang datang hanya melihat-lihat ngumbah moto,” kata Johan Krisdiyanto, 34 warga Dusun Bedodo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak.

Berbeda dengan pasar tradisional lainnya, Pasar Gawok hanya dibuka pada Pon dan Legi. Bahkan, dahulu, Pasar Gawok hanya buka setiap pasaran Pon. Lantaran jumlah pengunjung makin banyak dan aktivitas jual-beli juga kian ramai, maka pasar dibuka setiap Pon dan Legi. Kini setiap Minggu juga ramai.

”Tapi karena ada korona jadi sepi, pemerintah sudah memberi imbauan untuk tutup,” katanya.

Sugiono, 50 pedagang ternak Pasar Gawok mengaku pasrah dengan penutupan pasar tersebut. Padahal, setiap pasaran, dia bisa membawa pulang uang Rp 75 ribu sampai Rp 150 ribu.

”Biasanya ya bahwa kambing sendiri, kalau lagi gak punya dagangan ya jadi blantik,” katanya.

Menurutnya, pedagang akan patuh dengan larangan berjualan. Hal itu untuk menghindari penularan virus korona. Dia berharap, serangan virus cepat berlalu. Sehingga pasar kembali bergeliat. ”Kami ikut merugi dengan wabah ini. Tapi mau bagaimana lagi, keselamatan yang utama,” tandasnya.

Sekadar informasi, Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukoharjo, menutup tiga pasar. Hal itu menindaklanjuti Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 440/370/2020 tentang Penetapan Kejadian Luar Biasa Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo.

”Hasil Rapat Koordinasi Pengelola Pasar (Pasaran) pada Kamis (26/3) yakni Pasar Gawok, Pasar Hewan Tawangsari dan Pasar Hewan Bekonang tutup sementara,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukoharjo, Sutarmo, Kamis (26/3).

Pasar Hewan Tawangsari ditutup mulai 26 Maret sampai dengan 5 April. Pasar Hewan Bekonang ditutup mulai 30 Maret sampai dengan 4 April. ”Pasar akan dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman dari Covid19,” katanya. (kwl/adi) Editor : Perdana Bayu Saputra
#ditutup #Pasar Gawok