Evakuasi dilakukan dengan dukungan kepolisian, pemadam kebakaran, dan jajaran pemkab. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pemotongan besi jembatan yang ambruk.
Kepala Bidang Aset Daerah Badan Keuangan Daerah (BKD) Sukoharjo Sujarwo mengatakan, JPO di depan Pasar Kartasura merupakan aset pemkab. "Hari ini masih evakuasi. Kita fokus evakuasi dulu," kata Sujarwo.
Menurut Sujarwo, kerusakan JPO tersebut tergolong berat. Namun, pihaknya belum bisa memperkirakan nominal kerugian. "Kalau total kerugian belum bisa memperkirakan, rusak berat kategorinya," ujarnya.
Apakah akan ada pembangunan JPO baru atau dihilangkan sekalian? Sujarwo juga belum bisa memastikannya. Hingga Jumat sore, proses evakuasi jembatan juga masih berlangsung.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yuga Pamungkas melalui AKP Dani Permana mengatakan, kejadian ambruknya sebagian konstruksi JPO bermula saat truk bernopol L 8031 UH yang dikemudikan WT, 52, warga Malang, Jawa Timur berjalan dari arah timur menuju barat. Diduga, muatan terlalu tinggi. Sehingga saat melintas di bawah JPO, muatan tersebut menabrak JPO hingga ambruk.
"Kejadian Kamis (2/4) pukul 20.30. Truk dari Mojokerto membawa gulungan kertas. Tujuanya Sawit, Boyolali," kata Dani Permana.
Menurut Dani, ketinggian JPO 4,8 meter. Kuat dugaan, ketinggian muatan melebihi 4,8 meter. ”Ketinggian dan berapa ton, tidak bisa diukur. Tidak ada saksinya. Kalau depannya lolos, nah yang belakangnya yang gulungan itu kemungkinan ya lebih dari 4,8 meter," kata Dani.
Terpisah, pedagang seafood di sekitar JPO Rahmad Hidayat, 29, mengaku kaget saat truk bermuatan kertas tersebut menabrak tiang JPO sebelah selatan pada Kamis malam. Karena suara dan getaran yang ditimbulkan, dia mengira ada gempa.
Saksi lain, Sumardi, 45, menuturkan, truk melaju kencang hingga muatan kertas menyangkut jembatan. ”Saya melihat truk melaju kencang. Posisi truk sudah masuk muatan dan nyangkut, tapi masih dipaksakan untuk jalan. Alhasil jembatan ambrol. Tidak ada korban, namun ada kerugian materi para pedagang. Apalagi di bawah jembatan ada barang pedagang kembang,” papar dia. (kwl/ryn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra