Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Polres Sukoharjo Latih Polwan Kuasai Bahasa Isyarat agar Lebih Peka

Damianus Bram • Jumat, 20 Agustus 2021 | 02:30 WIB
TEROBOSAN: Polwan Polres Sukoharjo belajar bahasa isyarat dari pelatih SLB Tawangsari, Kamis (19/8). (POLRES SUKOHARJO FOR RADAR SOLO)
TEROBOSAN: Polwan Polres Sukoharjo belajar bahasa isyarat dari pelatih SLB Tawangsari, Kamis (19/8). (POLRES SUKOHARJO FOR RADAR SOLO)
SUKOHARJO Komunikasi menjadi kunci peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat dengan latar belakang beragam. Sebab itu, Polres Sukoharjo melatih anggota polisi wanita (Polwan) agar mengusai bahasa isyarat.

Dengan begitu, tak ada lagi hambatan ketika berkoordinasi dengan kalangan disabilitas tuli.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho mengatakan, Polri sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat harus dapat berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat. Termasuk penyandang disabilitas tuli. Mereka berhak mendapatkan pelayanan yang sama dari kepolisian.

“Karena itu, kami melatih polwan agar mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Kami datangkan pelatih dari SLB Tawangsari," ungkap Wahyu, Kamis (19/8).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu implementasi roadmap program prioritas kapolri untuk transformasi menuju Polri yang Presisi, yaitu dengan membangun sarana prasarana yang berorientasi pada hak asasi manusia (HAM) dan kelompok rentan (perempuan, anak, dan berkebutuhan khusus). Termasuk penyiapan personel Polri yang mampu dan mahir dalam penguasaan bahasa isyarat.

"Dengan menguasai bahasa isyarat, diharapkan polwan menjadi lebih peduli dan tanggap terhadap suasana sekitar, terutama disabulitas tuli. Peka terhadap ekspresi wajah serta gerakan tubuh orang lain. Polwan juga bisa mengetahui kesulitan serta perjuangan disabilitas untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif," beber kapolres.

Pengurus Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo Edi Supriyanto mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, di Kota Makmur sedikitnya terdapat 517 disabilitas tuli.

“Karena ini merupakan langkah untuk perlindungan dan pemenuhan hak teman-teman tuli memperoleh informasi yang setara," jelasnya.

Menurut Edi, selama ini belum ada pelatihan semacam itu, baik di kepolisian maupun instansi lain. Langkah kepolisian itu menunjukkan institusi bersangkutan semakin peduli. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#polres sukoharjo #Polwan Polres Sukoharjo Belajar Bahasa Isyarat #SLB Tawangsari #Polwan Belajar Bahasa Isyarat #Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho