Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, kegiatan tersebut menggandeng Halodoc. Alur pendaftaran dan pengaturan jadwal vaksinasi sudah diatur melalui aplikasi tersebut.
Namun faktanya, kedatangan peserta vaksinasi banyak yang di luar jadwal, sehingga sempat terjadi penumpukan. “Kuota vaksinasi 2.500 dosis. Begitu ada penumpukan, langsung ditertibkan agar tidak terjadi kerumunan. Pengantarnya di luar dugaan," terang Agus Santosa.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, seorang peserta vaksinasi yang belakangan diketahui bernama Fiorenza, 14, siswi SMPN 1 Sukoharjo tampak ketakutan dan berontak saat hendak disuntik.
Mengetahui hal tersebut, Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang hadir di lokasi vaksinasi mencoba menenangkan Fiorenza dengan mendekapnya.
"Sudah nggak apa-apa. Berdoa, ucapkan basmalah. Pokoknya yang tenang. Nanti kalau tidak tenang, malah semaput (pingsan),” kata Etik sambil memeluk gadis tersebut.
Setelah itu, petugas vaksinator segera menyuntik dara berkerudung tersebut. “Nah, tidak sakit tho, tidak apa-apa tho," lanjut bupati.
Kepada Jawa Pos Radar Solo, Ifa, saapaan akrab Fiorenza mengaku badannya gemetar karena takut disuntik. Sebab itu, dia menyembunyikan wajahnya dalam dekapan bupati agar tak melihat jarum suntik. "Alhamdulillah, senang rasanya saat dipeluk bupati," ujarnya.
Ifa mengaku, terakhir kali disuntik saat duduk di bangku kelas III SD. "Dan ini SMP disuntik lagi jadi kaya flashback," ucap dia. (kwl/wa/dam) Editor : Damianus Bram