Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Penggunaan Drone untuk Bidang Pertanian: Tak Keluar Tenaga, 20 Menit Selesai

Damianus Bram • Senin, 31 Januari 2022 | 01:13 WIB
LEBIH MUDAH: Drone kini bisa merambah ke bidang pertanian untuk membantu pemupukan dan penyemprotan hama. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
LEBIH MUDAH: Drone kini bisa merambah ke bidang pertanian untuk membantu pemupukan dan penyemprotan hama. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO - Seiring perkembangan zaman teknologi pertanian semakin modern. Salah satunya untuk pemupukan dan penyemprotan hama tidak lagi manual, namun sudah memanfaatkan drone. Nah, ini menjadi peluang bisnis rental.

Dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak atau drone, petani tak perlu berjalan mengelilingi sawah dan menghabiskan waktu. Pemupukan bisa dilakukan hanya dengan duduk di tempat dan tak perlu capek-capek terjun ke sawah.

Nicko Arywibowo, direktur operasional sebuah perusahaan penyedia drone untuk pertanian yang memiliki cabang di Sukoharjo mengatakan, penyewaan drone untuk para petani di Kota Makmur mulai akhir 2021 lalu. Para petani juga cukup antusias dengan hadirnya teknologi ini, seperti petani di Desa Kudu, Kecamatan Baki.

"Kami sewakan (drone) Rp 175 ribu per hektarnya, atau Rp 60 ribu per patok. Tidak sampai 20 menit, penyemprotan bisa selesai. Dibandingkan dengan yang manual, pakai tangki, lebih efektif dan efisien dengan drone. Hasil panen pun, lebih baik dengan yang pemupukan dan penyemprotan hama dengan menggunakan drone karena bisa merata," kata Nicko, Jumat (28/1).

Niko mengatakan, persewaan drone ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi petani. Alih-alih merasa tersaingi jika petani turut serta dalam usaha persewaan drone, Nicko justru senang. Sebab, tujuan utama perusahaannya bukan mencari laba semata, namun turut berupaya meningkatkan produktifitas pertanian.

"Kita semua tahu, produksi pertanian kita kalau dikalkulasi tahunan kan lebih rendah dari UMK. Maka, dengan teknologi pertanian semakin maju, produksi meningkat otomatis pasti akan ada cara-cara baru untuk meningkatkan produksi," kata Nicko.

Harga drone untuk pemupukan bervariasi, tergantung kapasitas air yang dibawanya terbang. Mulai 10 liter sampai 30 liter. Dimensinya pun juga bervariasi antara 180 centimeter kubik sampai dengan 220 centimeter kubik.

"Harganya mulai Rp 70 jutaan sampai Rp 199 jutaan. Harga itu sudah termasuk training menerbangkan drone sampai bisa, berikut sertifikat menerbangkan drone-nya," katanya. (kwl/bun) Editor : Damianus Bram
#Drone Pemupukan #Drone Sprayer #Drone untuk Pertanian