Oleh pemiliknya Setyo Ebnu Saleh, kambing unik ini diberi nama Kipli. “Dapat dari teman. Sebagai tanda persahabatan. Oleh teman saya sudah dipelihara sekitar tiga tahunan. Jadi kira-kira usianya 5 tahun," ujar Ebnu ditemui di peternakannya di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Senin (14/2/2022).
Menurut Ebnu, Kipli merupakan jenis domba garut berjenis kelamin jantan. Kambing sesusianya akan memiliki tinggi sepaha sampai sepinggul orang dewasa. Tapi Kipli hanya setinggi betis orang dewasa.
"Kipli saya kandangkan dengan domba-domba anakan. Tingginya sama dengan domba garut usia 4 bulan," ungkap warga Jalan Pemuda, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo.
Soal menu makanan Kipli, tidak ada yang istimewa. Hanya saja, Kipli belum kawin. "Kalau lihat domba betina, maunya ya kawin. Tapi kan nggak (menjangkau alat kelamin domba betina)," katanya.
Ebnu tidak akan menjual domba uniknya itu karena merupakan tanda persahabatan. Bahkan, domba itu menjadi spesial karena keunikannya.
Terpisah, Kepala UPTD Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Leni Sri Lestari mengatakan, kecacatan pada hewan ternak biasanya terjadi pada ternak yang inbreeding (kawin sedarah).
“Atau genetiknya resesif yang muncul genetik kecil, jadi tidak berkembang," ucap dia.
Sebab itu, para peternak diimbau menghindari inbreeding agar ternak lahir normal. "Pejantan di-rooling supaya tidak kawin dengan saudaranya atau ayahnya," kata Leni. (kwl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono