Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kelola Sampah Lewat Sikopas, Hasilnya untuk Bansos

Damianus Bram • Kamis, 19 Mei 2022 | 14:00 WIB
INOVASI: Camat Sukoharjo Kota Havid Danang (kiri) memberi arahan perangkat Kelurahan Dukuh di TPS3R Kelurahan Dukuh, kemarin (18/5). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
INOVASI: Camat Sukoharjo Kota Havid Danang (kiri) memberi arahan perangkat Kelurahan Dukuh di TPS3R Kelurahan Dukuh, kemarin (18/5). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
SUKOHARJO – Kecamatan Sukoharjo Kota kembangkan Sikopas (Sinergi Koordinasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat). Pengelolaan sampah ini tak hanya memilah dan mengolah sampah, namun sebagian hasilnya dikembalikan ke masyarakat untuk bantuan sosial dan rehabilitasi fasilitas umum.

Camat Sukoharjo Kota Havid Danang Purnomo Widodo mengatakan, Sikopas adalah salah satu terobosan yang dikembangkannya. Terobosoan ini menindaklanjuti permasalahan sampah di sejumlah wilayah. Terlebih tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, dalam hitungan bulan akan memasuki masa overload.

”Kecamatan Sukoharjo merupakan kecamatan penyumbang sampah yang lumayan besar di Kabupaten Sukoharjo. Sehingga perlu merubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah,” kata Havid Danang PW, kemarin (18/5).

Menurut Havid, beberapa problem ditemukan, salah satunya adanya aduan dari gapoktan. Dimana banyak sampah yang masuk ke aliran sungai sehingga berimbas pada hasil pertanian.

”Sangat menggangu sekali, baik sampah organik yang busuk, pampers, dan ini mendorong kita untuk melakukan program ini,” terangnya.

Havid menambahkan, dengan adanya program ini, pengelolaan sampah secara mandiri dapat dilakukan oleh lembaga masyarakat dan adanya kesadaran di tingkat keluarga. Teknisnya sampah organik dan nonorganik dipilah, lalu dimasukkan ke kantong plastik sekali pakai yang diberikan dari kecamatan, kemudian diambil oleh petugas.

”Kami munculkan suatu kepedulian masyarakat, dimulai dari masyarakat itu sendiri,” katanya.

Tak hanya memilah dan mengolah sampah, hasil iuran sampah yang dipungut dari masyarakat nantinya akan kembali ke masyarakat. Dana yang kembali ke masyarakat melalui kas RT setempat bisa digunakan sebagai bantuan sosial maupun rehab dan pembangunan fasilitas umum.

”Misalnya iuran Rp 30 ribu ke pengelola TPS3R, akan kembali ke kas RT 5000. Bisa untuk bantuan tunai ke masyarakat yang tidak mampu, atau buat beli semen untuk menambal jalan kampung atau perbaikan fasilitas umum lainnya,” katanya.

Kemudian, sampah di TPS3R akan diolah menjadi berbagai barang yang bernilai ekonomis. Yang organic bisa dijadikan untuk budidaya maggot, sampah plastik dibuat menjadi paving blok. Sampah botol plastik dan kaca, besi dan lainnya bisa dijual dan dibuat produk kerajinan. Baru kemudian residunya dibuang ke TPA.

”Sebagai pilot project akan dimulai di Kelurahan Dukuh,” tandasnya. (kwl/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Program Sikopas #Sikopas #Kelola Sampah